Robohnya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo Dikelompokkan sebagai Bencana Kegagalan Teknologi

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sidoarjo, 1 Oktober 2025 – Berdasarkan rilis resmi BNPB, insiden robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dikategorikan sebagai bencana kegagalan teknologi.

‎Dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, bersama Basarnas dan pejabat provinsi meninjau langsung lokasi kejadian untuk memantau kegiatan evakuasi dan memastikan respon darurat berjalan maksimal.

‎ “Evakuasi korban yang sudah dinyatakan tidak bernyawa itu nanti setelah kita yakin bahwa yang masih hidup itu bisa diselamatkan,” kata Suharyanto seperti tertulis dalam rilis resmi.

‎Hingga Rabu (1/10) pukul 11.00 WIB, dari daftar absensi santri, sekitar ± 91 orang diduga masih tertimbun reruntuhan.

‎Tim SAR gabungan bersama Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Sidoarjo masih fokus pada evakuasi manual karena struktur bangunan yang tersisa dianggap rentan bila menggunakan alat berat.

‎Dari hasil evakuasi awal, tercatat ± 100 orang dievakuasi, dengan sebagian besar mengalami luka-luka. Tiga orang telah dinyatakan meninggal dunia.

‎Korban luka telah dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain RSUD Notopuro, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Sheila Medika.

‎Kerusakan material sementara yang tercatat adalah satu unit fasilitas madrasah yang rusak.

‎Untuk kebutuhan darurat, BNPB / BPBD telah menyalurkan bantuan berupa tenda, matras, selimut, tikar, serta hygiene kit dan sembako.

‎BPBD Provinsi dan Kabupaten bersama Dinas PU-SDA telah mengerahkan tiga unit ekskavator, sementara Basarnas mendukung dengan dua unit mobil rescue.

‎Dalam rilisnya, BNPB mengimbau agar masyarakat dan pengelola bangunan bertingkat — terutama fasilitas pendidikan keagamaan — untuk memperketat pengawasan teknis konstruksi.

‎BNPB juga menyatakan akan mendampingi proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah tahap evakuasi selesai.

‎“Kita BNPB akan mendukung sepenuhnya, mulai dari operasi pencarian dan pertolongan hingga tahap rehabilitasi serta rekonstruksi nanti,” ungkap kepala BNPB dalam rilisan resminya.

Baca Juga :  ‎Hujan Lebat Picu Longsor dan Banjir di Sejumlah Wilayah Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎
‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum
Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet
‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎
Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin
‎Viral Permintaan Keluarga Korban, Video Kecelakaan di Depan Samsat Cibadak Diminta Dihapus‎
‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎
Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:06 WIB

‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:13 WIB

Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:19 WIB

‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:01 WIB

Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:33 WIB

‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:20 WIB

Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:43 WIB

Arus Mudik di Cibadak Membludak, Perjalanan Tersendat hingga Berjam-jam

Berita Terbaru