PHK Massal di PT Sepatu Bata Tbk, Refleksi Fenomena Industri di Jawa Barat

Kamis, 9 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik Sepatu Bata (Herdi Alif Al Hikam - detikFinance)

Pabrik Sepatu Bata (Herdi Alif Al Hikam - detikFinance)

JABARINSIDE.COM, Purwakarta | Kesulitan ekonomi yang telah lama menghantui industri padat karya di Jawa Barat kini menorehkan cerita pahit bagi 233 pekerja PT Sepatu Bata Tbk (BATA), akibat penutupan salah satu pabrik perusahaan yang berlokasi di Purwakarta. Keputusan ini merupakan bagian dari trend yang lebih luas yaitu penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang telah berlangsung di provinsi tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Firman Desa, Ketua Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, membenarkan bahwa penutupan pabrik di sektor padat karya telah menjadi fenomena yang meningkat sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait Meninggal Dunia

Menurut Firman, kecenderungan penutupan dan relokasi pabrik tidak hanya terjadi di Purwakarta, tetapi juga di Karawang dan daerah lainnya di Jawa Barat, yang banyak di antaranya kini berpindah ke wilayah seperti Cirebon dan Jawa Tengah. Pandemi Covid-19 disebut-sebut sebagai salah satu pemicu utama kebijakan ini, memaksakan perusahaan untuk melakukan efisiensi dan mengurangi operasional.

Meskipun Firman tidak membeberkan data konkret mengenai jumlah pabrik yang tutup, dia menekankan bahwa telah terjadi peningkatan perusahaan yang menghadapi kesulitan keuangan, bahkan hingga pada titik mengajukan kesepakatan mengenai pembayaran upah bagi para pekerja mereka. Ini menandakan kondisi yang semakin meruncing bagi sektor industri padat karya di Jawa Barat.

Baca Juga :  ‎Jembatan Waterkerah Diterjang Banjir, Warga Khawatir Tak Bisa Melintas‎

Penutupan pabrik PT Sepatu Bata Tbk dan PHK massal yang diikuti merupakan pukulan berat bagi pekerja dan ekonomi lokal, menggarisbawahi pentingnya strategi adaptasi dan pemulihan untuk industri padat karya di era pasca-pandemi. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat bersinergi mencari solusi bagi dampak sosioekonomi yang diakibatkan, termasuk menyediakan pelatihan ulang dan bantuan mencari pekerjaan bagi para pekerja yang terdampak.(wld)

Berita Terkait

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎
‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum
Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet
‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎
Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin
‎Viral Permintaan Keluarga Korban, Video Kecelakaan di Depan Samsat Cibadak Diminta Dihapus‎
‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎
Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:06 WIB

‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:13 WIB

Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:19 WIB

‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:01 WIB

Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:33 WIB

‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:20 WIB

Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:43 WIB

Arus Mudik di Cibadak Membludak, Perjalanan Tersendat hingga Berjam-jam

Berita Terbaru