Diduga Tanpa Izin, Tiang Internet Indihome Berdiri di Tanah Warga Desa Kalaparea

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSDE.COM | Sukabumi –
Pemasangan tiang internet milik PT Telkom Akses (Indihome) di Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan warga. Tiang tersebut diduga didirikan di atas tanah pribadi tanpa izin pemilik, sehingga memicu protes dari warga yang merasa hak miliknya dilanggar. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 9 Juni 2025.

Salah satu warga berinisial SH (32) mengungkapkan kekesalannya karena pemasangan tiang dilakukan tanpa adanya komunikasi atau permintaan izin sebelumnya.

“Tidak ada basa-basi sama sekali, tanpa permisi atau meminta izin dari saya selaku pemilik tanah. Mereka, para pekerja lapangan Indihome, seenaknya menancapkan tiang besi di lokasi tersebut,” ujar SH kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SH juga mempertanyakan profesionalisme perusahaan penyedia layanan internet sekelas Indihome, yang menurutnya seharusnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga sebelum pemasangan.

“Saya heran, masa perusahaan sebesar Indihome bisa pasang tiang tanpa sosialisasi dulu ke warga?” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga, Riki selaku pengawas lapangan dari PT Telkom Akses menjelaskan bahwa pemasangan tiang tersebut merupakan hasil kerja sama dengan kepala desa setempat.

“Pemasangan tiang di Desa Kalaparea merupakan permintaan dari kepala desa untuk pengadaan jaringan internet. Semua titik lokasi tiang mengikuti arahan dari beliau,” ungkap Riki.

Riki juga menyebutkan bahwa tanggung jawab sosialisasi kepada warga berada di tangan kepala desa. Namun, pihaknya siap untuk melakukan penyesuaian jika terdapat tiang yang berdiri di tanah milik pribadi tanpa izin.

“Untuk sosialisasi ke warga itu tanggung jawab Pak Kades. Kalau memang ada tiang yang berdiri di tanah warga, kami siap untuk menggeser posisinya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari Kepala Desa Kalaparea terkait polemik ini.

Baca Juga :  ‎Desa Ceseupan Kembangkan Budidaya Lele, BUMDes Tebar 3.000 Bibit di Kampung Peundeuy‎

Berita Terkait

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎
‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum
Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet
‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎
Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin
‎Viral Permintaan Keluarga Korban, Video Kecelakaan di Depan Samsat Cibadak Diminta Dihapus‎
‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎
Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:06 WIB

‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:13 WIB

Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:19 WIB

‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:01 WIB

Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:33 WIB

‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:20 WIB

Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:43 WIB

Arus Mudik di Cibadak Membludak, Perjalanan Tersendat hingga Berjam-jam

Berita Terbaru