‎Warga dan Perusahaan Capai Kesepahaman Soal Galian Tanah PLTMH, Masalah Kini “Clear and Clear”

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Setelah sempat menjadi polemik dan ramai diperbincangkan di media, akhirnya persoalan galian tanah proyek PLTMH yang melibatkan warga Kampung Cilulumpang dan Ciseupan, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, diselesaikan melalui rapat musyawarah bersama pada hari ini.

‎Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan warga, tokoh masyarakat, serta pihak perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, semua pihak akhirnya menyatukan persepsi dan menyepakati bahwa permasalahan yang sempat memanas tersebut ternyata hanya akibat dari miskomunikasi.


‎”Alhamdulillah, setelah kita duduk bersama, semuanya clear. Permasalahan ini hanya miskomunikasi saja. Kompensasi memang hanya diberikan kepada rumah yang terdampak pengeboran langsung, bukan semua rumah,” jelas Kade kertamukti Dede Kusnadi.

Baca Juga :  ‎KTP WNA Israel Beralamat di Cianjur Dipastikan Palsu, Kemendagri dan Pemda Tegaskan Tak Terdaftar di Sistem Resmi



‎Pihak perusahaan pun, menurut keterangan, merespon positif masukan masyarakat dan berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada rumah-rumah yang berada langsung di titik pengeboran.

‎Ketika ditanya berapa rumah yang terdampak, pihaknya menyatakan masih menunggu data lengkap dari kepala dusun yang akan melakukan pendataan di lapangan.

‎”Untuk jumlah rumahnya belum bisa disebutkan. Namun akan didata oleh para kepala dusun. Yang pasti hanya rumah yang berada tepat di depan titik pengeboran,” ujarnya.

‎Perbedaan situasi antara Warungkiara dan Kertamukti juga menjadi perhatian. Di Warungkiara, pengeboran dilakukan tepat di depan rumah warga, di atas tanah yang dibayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-nya oleh warga. Sedangkan di Kertamukti, pengeboran berada di bahu jalan yang secara legal bukan milik pribadi.


‎‎Meski begitu, pihak perusahaan berencana akan memberikan perlakuan serupa dengan yang diterima warga Warungkiara.

‎Terkait sosialisasi kepada warga, pihak perwakilan menyatakan bahwa pertemuan hari ini dianggap cukup karena sudah melibatkan perwakilan masyarakat. Namun ia berjanji akan kembali menyampaikan informasi kepada warga

‎Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat tetap menjaga produktivitas dan menyampaikan keluhan melalui mekanisme resmi.

‎”Harapan saya, ke depan, kalau ada persoalan seperti ini, sampaikan dulu ke pemerintah desa. Jangan langsung geruduk, karena ini sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah,” pesannya.

‎Dengan adanya pertemuan ini, seluruh pihak sepakat bahwa polemik galian tanah proyek PLTMH kini telah selesai.

‎”Sudah clear and clear sekarang,” pungkasnya.


Berita Terkait

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎
‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum
Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet
‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎
Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin
‎Viral Permintaan Keluarga Korban, Video Kecelakaan di Depan Samsat Cibadak Diminta Dihapus‎
‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎
Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:06 WIB

‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:13 WIB

Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:19 WIB

‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:01 WIB

Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:33 WIB

‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:20 WIB

Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:43 WIB

Arus Mudik di Cibadak Membludak, Perjalanan Tersendat hingga Berjam-jam

Berita Terbaru