JABARINSIDE.COM| SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat pada Jumat hingga Sabtu, 2–3 Januari 2026.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, salah satu kejadian terjadi di Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda.
Hujan deras dengan intensitas tinggi pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB menyebabkan satu unit rumah milik Dadang ambruk pada bagian dinding dapur. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kampung Karang Sasak RT 03 RW 11, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Longsor yang dipicu hujan dengan durasi cukup lama mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) terbawa longsor dan menimpa satu unit rumah pada bagian kamar dan kamar mandi.

Longsoran dengan tinggi sekitar tiga meter dan panjang 15 meter tersebut juga mengancam satu rumah lainnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan.
Selain itu, pergeseran tanah kembali terjadi di Kampung Pinangjajar RT 11 RW 03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, pada Jumat malam (2/1/2026) sekitar pukul 21.45 WIB.
Hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari memicu pergeseran tanah susulan di lokasi yang sebelumnya pernah terdampak pada Maret 2025. Sebanyak 18 rumah terancam, dengan 23 kepala keluarga atau 70 jiwa terpaksa mengungsi. Dalam kejadian ini juga tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Dampak cuaca ekstrem turut dirasakan di sektor pendidikan. Hujan deras disertai kondisi bangunan yang sudah lapuk menyebabkan satu ruang kelas di SDN Karikil, Kampung Babakan Sari RT 03 RW 08, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, mengalami kerusakan berat. Selain itu, empat ruang kelas lainnya dilaporkan dalam kondisi rawan ambruk.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di Kampung Pojok RT 25 RW 04, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, pada Jumat malam sekitar pukul 19.45 WIB.
Longsoran tebing sempat menutup akses jalan. Namun, BPBD memastikan saat ini jalan tersebut sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana melalui koordinasi dengan petugas di lapangan, pemantauan media sosial, serta sistem peringatan dini dari BMKG.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu.















