‎Baznas RI dan Relawan Sehati Resmikan Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Sukabumi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sukabumi — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bersama Relawan Sehati Gerak Bersama Kabupaten Sukabumi meresmikan jembatan gantung penghubung Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah dengan Kampung Cilele, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/01/2026).

‎Peresmian jembatan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara Baznas RI, Relawan Sehati Gerak Bersama, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat dan para donatur. Jembatan gantung tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

‎Founder Relawan Sehati Gerak Bersama, Andri Kurniawan, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan jembatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa realisasi program ini berawal dari sesi diskusi dan presentasi yang dilakukan bersama Baznas RI beberapa bulan lalu.

‎“Alhamdulillah, setelah sharing session dan presentasi kepada Baznas RI, kami diberikan dua program. Yang pertama adalah pembangunan jembatan gantung yang hari ini kita resmikan. Program kedua adalah pembangunan jalur motor di wilayah Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, yang saat ini sedang dalam proses,” ujar Andri.

Baca Juga :  Konflik Agraria Eks HGU PT. Tenjojaya: Tri Pramono Desak Negara Hadir Selesaikan Polemik Tanah Leluhur

‎Menurutnya, proses pembangunan jembatan sepenuhnya dikerjakan oleh relawan Sehati dengan melibatkan warga dari dua desa, yakni Desa Padabeunghar dan Desa Sukamaju. Pengerjaan berlangsung selama sekitar 45 hari, sedikit melampaui target awal satu bulan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

‎“Sejak Januari, hujan turun hampir setiap hari sehingga cukup menghambat proses pengerjaan. Namun, berkat kerja sama dan semangat gotong royong, pembangunan akhirnya bisa diselesaikan,” tambahnya.

‎Andri menjelaskan, kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat memprihatinkan. Salah satu tiang dalam kondisi miring, bantalan masih menggunakan bambu, lantai jembatan berlubang, serta kabel sling yang sudah berkarat dan sebagian tidak berfungsi.

‎“Perbaikannya cukup menyeluruh, mulai dari penggantian material hingga penguatan konstruksi. Kami berharap jembatan ini bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini,” pesannya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Baznas RI, Relawan Sehati, serta seluruh donatur yang telah merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.

‎“Atas nama Pemerintah Desa Padabeunghar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Baznas RI dan Relawan Sehati. Jembatan ini sudah beberapa tahun dalam kondisi rusak parah, dan Alhamdulillah kini telah diperbaiki dan bisa kembali digunakan,” ucap Ence.

‎Ia menambahkan, keberadaan jembatan gantung ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat, terutama untuk anak-anak sekolah dan para petani dalam mengangkut hasil pertanian.

‎“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, akses pendidikan lebih mudah, dan kegiatan pertanian bisa berjalan lebih efektif. Kami juga mengajak seluruh warga di kedua desa untuk ikut menjaga, merawat, dan memperhatikan kondisi jembatan agar tetap aman digunakan,” pungkasnya.

‎Peresmian jembatan gantung ini diharapkan mampu mempererat konektivitas antarwilayah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Wabup Sukabumi Apresiasi Groundbreaking Gedung Karlina RS DKH Cibadak: Wujud Peningkatan Pelayanan Kesehatan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Aliansi Organisasi Sukabumi Guncang BPN di Hari Tani Nasional

Berita Terkait

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎
‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum
Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet
‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎
Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin
‎Viral Permintaan Keluarga Korban, Video Kecelakaan di Depan Samsat Cibadak Diminta Dihapus‎
‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎
Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:06 WIB

‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:13 WIB

Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:19 WIB

‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:01 WIB

Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:33 WIB

‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:20 WIB

Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:43 WIB

Arus Mudik di Cibadak Membludak, Perjalanan Tersendat hingga Berjam-jam

Berita Terbaru