JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Menjelang Ramadan 1447 H/2026 M, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Cibadak terpantau mulai mengalami kenaikan. Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan telur ayam menunjukkan tren merangkak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp92.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting dijual Rp44.000 per kilogram dan cabai hijau Rp28.000 per kilogram. Untuk pembelian eceran seperempat kilogram, harga cabai berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 tergantung kualitas.

Komoditas bawang juga mengalami penyesuaian harga. Bawang merah dijual di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp30.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, harga bahan pokok lainnya relatif stabil. Beras premium dijual sekitar Rp14.800–Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp12.800–Rp12.900 per kilogram. Gula pasir berada di angka Rp20.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga minyak curah berkisar Rp18.600–Rp19.500 per liter. Minyak goreng kemasan rata-rata Rp20.600 per liter, sedangkan Minyakita dijual sekitar Rp18.500 per liter. Rp.2019.00/ Dus
Di sektor protein hewani, daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp140.000–Rp150.000 per kilogram dan tulang ya Rp.70.000 dan lemak daging Rp.85.000/kg. Daging ayam ras dijual Rp43.000–Rp45.000 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di angka Rp29.000–Rp32.000 per kilogram.

Adapun harga sayuran terpantau bervariasi, di antaranya tomat Rp8.000–Rp10.000 per kilogram, kentang besar Rp14.000 per kilogram dan kentang kecil Rp12.000 per kilogram, wortel Rp6.000–Rp7.000 per kilogram, brokoli Rp24.000 per kilogram, sawi putih Rp6.000 per kilogram, pokcoy Rp9.000 per kilogram, seledri Rp25.000 per kilogram, jengkol Rp24.000 per kilogram, serta baby waluh Rp12.000 per kilogram.
Salah seorang pembeli, Ibu Siti (43), warga Cibadak, mengaku mulai merasakan kenaikan harga terutama pada komoditas cabai dan bawang.
“Sekarang cabai rawit sudah Rp92 ribu per kilo, lumayan terasa. Biasanya saya beli seperempat kilo, sekarang paling dikurangi atau dicampur cabai hijau supaya lebih hemat. Tapi tetap harus beli karena kebutuhan dapur,” ujarnya saat ditemui di Pasar Cibadak, Selasa (17/2/2026)
Ia berharap harga tidak kembali melonjak saat memasuki pekan pertama Ramadan.
“Mudah-mudahan tidak naik lagi, apalagi nanti menjelang Lebaran. Semoga stoknya tetap banyak supaya harga stabil,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran, Pak Hendi (50), menyebut kenaikan harga cabai dipicu faktor pasokan dari daerah penghasil yang berkurang.
“Untuk cabai rawit memang naik, sekarang Rp92 ribu per kilo. Dari sananya sudah mahal, jadi kami menyesuaikan. Kalau cabai keriting masih Rp44 ribu, tapi bisa saja naik kalau permintaan makin tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, permintaan biasanya meningkat signifikan menjelang Ramadan, terutama untuk cabai, bawang, dan telur.
“Biasanya seminggu sebelum puasa pembeli mulai banyak. Harapan kami pasokan lancar supaya harga tidak terlalu tinggi dan pembeli juga tidak keberatan,” pungkasnya.
Meski demikian, secara umum stok bahan pokok di Pasar Cibadak masih terpantau aman dan aktivitas jual beli berjalan normal. Masyarakat diimbau tetap bijak berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan.















