‎Harga Sembako di Pasar Cibadak Jelang Ramadan 2026 Mulai Bergerak, Cabai Tembus Rp92 Ribu per Kg

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Menjelang Ramadan 1447 H/2026 M, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Cibadak terpantau mulai mengalami kenaikan. Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan telur ayam menunjukkan tren merangkak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp92.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting dijual Rp44.000 per kilogram dan cabai hijau Rp28.000 per kilogram. Untuk pembelian eceran seperempat kilogram, harga cabai berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 tergantung kualitas.

‎Komoditas bawang juga mengalami penyesuaian harga. Bawang merah dijual di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp30.000 per kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Sementara itu, harga bahan pokok lainnya relatif stabil. Beras premium dijual sekitar Rp14.800–Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp12.800–Rp12.900 per kilogram. Gula pasir berada di angka Rp20.000 per kilogram.

Baca Juga :  Balita 6 Bulan di Cikembar Derita Hidrosefalus, Kades Kertaraharja: Warga Tidak Mampu Ini Butuh Perhatian

‎Untuk minyak goreng, harga minyak curah berkisar Rp18.600–Rp19.500 per liter. Minyak goreng kemasan rata-rata Rp20.600 per liter, sedangkan Minyakita dijual sekitar Rp18.500 per liter. Rp.2019.00/ Dus

‎Di sektor protein hewani, daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp140.000–Rp150.000 per kilogram dan tulang ya Rp.70.000 dan lemak daging Rp.85.000/kg. Daging ayam ras dijual Rp43.000–Rp45.000 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di angka Rp29.000–Rp32.000 per kilogram.

‎Adapun harga sayuran terpantau bervariasi, di antaranya tomat Rp8.000–Rp10.000 per kilogram, kentang besar Rp14.000 per kilogram dan kentang kecil Rp12.000 per kilogram, wortel Rp6.000–Rp7.000 per kilogram, brokoli Rp24.000 per kilogram, sawi putih Rp6.000 per kilogram, pokcoy Rp9.000 per kilogram, seledri Rp25.000 per kilogram, jengkol Rp24.000 per kilogram, serta baby waluh Rp12.000 per kilogram.

Baca Juga :  ‎LAUNCHING KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH, BUPATI: “KEKUATAN EKONOMI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”

‎Salah seorang pembeli, Ibu Siti (43), warga Cibadak, mengaku mulai merasakan kenaikan harga terutama pada komoditas cabai dan bawang.

‎“Sekarang cabai rawit sudah Rp92 ribu per kilo, lumayan terasa. Biasanya saya beli seperempat kilo, sekarang paling dikurangi atau dicampur cabai hijau supaya lebih hemat. Tapi tetap harus beli karena kebutuhan dapur,” ujarnya saat ditemui di Pasar Cibadak, Selasa (17/2/2026)

‎Ia berharap harga tidak kembali melonjak saat memasuki pekan pertama Ramadan.

‎“Mudah-mudahan tidak naik lagi, apalagi nanti menjelang Lebaran. Semoga stoknya tetap banyak supaya harga stabil,” tambahnya.

‎Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran, Pak Hendi (50), menyebut kenaikan harga cabai dipicu faktor pasokan dari daerah penghasil yang berkurang.

Baca Juga :  Joyful Ramadhan Hari ke-14: Kemenag Kabupaten Sukabumi Bagikan 200 Bingkisan Ta’jil untuk Pengendara

‎“Untuk cabai rawit memang naik, sekarang Rp92 ribu per kilo. Dari sananya sudah mahal, jadi kami menyesuaikan. Kalau cabai keriting masih Rp44 ribu, tapi bisa saja naik kalau permintaan makin tinggi,” jelasnya.

‎Menurutnya, permintaan biasanya meningkat signifikan menjelang Ramadan, terutama untuk cabai, bawang, dan telur.

‎“Biasanya seminggu sebelum puasa pembeli mulai banyak. Harapan kami pasokan lancar supaya harga tidak terlalu tinggi dan pembeli juga tidak keberatan,” pungkasnya.

‎Meski demikian, secara umum stok bahan pokok di Pasar Cibadak masih terpantau aman dan aktivitas jual beli berjalan normal. Masyarakat diimbau tetap bijak berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan.


Berita Terkait

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman
‎Viral Dugaan Pencemaran Sungai di Bojong, Kecamatan Cikembar Bakal Evaluasi Seluruh Usaha Pemotongan Batu Hijau‎
‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari
Karang Taruna Desa Cikembar Gelar Turnamen Bola Voli Kades Cup 2026, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Muda
HSI Berbagi Turun Tangan Selamatkan Lingkungan Cikembar, Sungai Dibersihkan dan 500 Pohon Siap Ditanam
‎Usai Didemo Warga, Perbaikan Jalan Ubrug–Kertamukti dan Bojong kerta Akhirnya Dijadwalkan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:41 WIB

‎Viral Dugaan Pencemaran Sungai di Bojong, Kecamatan Cikembar Bakal Evaluasi Seluruh Usaha Pemotongan Batu Hijau‎

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:43 WIB

‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:15 WIB

Karang Taruna Desa Cikembar Gelar Turnamen Bola Voli Kades Cup 2026, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Muda

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:19 WIB

HSI Berbagi Turun Tangan Selamatkan Lingkungan Cikembar, Sungai Dibersihkan dan 500 Pohon Siap Ditanam

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:31 WIB

‎Usai Didemo Warga, Perbaikan Jalan Ubrug–Kertamukti dan Bojong kerta Akhirnya Dijadwalkan

Berita Terbaru