JABARINSIDE.COM | SUKABUMI, 28 Februari 2026 – PT Muara Tunggal bersama Koperasi Karyawan menggelar pembagian Simpanan Sukarela Anggota dan Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun Buku 2025, Sabtu (28/2/2026). Total dana yang dibagikan mencapai Rp7.130.000.000.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan perusahaan tersebut dihadiri jajaran manajemen, pengurus koperasi, perwakilan anggota, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Cibadak. Suasana penuh kebersamaan terasa saat pembagian dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif anggota selama satu tahun terakhir.
Dari total Rp7,13 miliar tersebut, sekitar Rp840 juta merupakan SHU, sementara kurang lebih Rp6,3 miliar berasal dari simpanan sukarela anggota. Dengan jumlah anggota sekitar 2.800 orang, capaian ini menunjukkan kinerja koperasi yang sehat dan terus berkembang sejak berdiri pada 2008.
Pimpinan PT Muara Tunggal, Sudarno, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada pengurus koperasi atas amanah dalam mengelola keuangan anggota secara transparan dan bertanggung jawab.

“Koperasi ini bisa berjalan baik karena didukung perusahaan dan serikat pekerja. Jika pengelolaannya amanah, insya Allah semua kegiatan berjalan tertib dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya menabung bagi karyawan. Menurutnya, keberhasilan seorang pekerja tidak hanya diukur dari besarnya gaji, tetapi dari kemampuan mengelola dan menyisihkan penghasilan untuk masa depan.
Sebagai bentuk apresiasi, koperasi memberikan hadiah kepada 15 anggota dengan simpanan terbesar. Bahkan muncul harapan agar ke depan hadiah yang diberikan bisa lebih besar lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Cibadak, Mulyadi, turut memberikan sambutan dan apresiasi atas capaian koperasi karyawan PT Muara Tunggal.
Ia menilai angka Rp7 miliar dalam kurun waktu satu tahun merupakan pencapaian yang sangat luar biasa dan menunjukkan tingginya kepercayaan serta partisipasi anggota.
“Koperasi itu dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Dengan berkoperasi, kita bersama-sama memberantas praktik yang merugikan seperti pinjaman online ilegal, judi online, hingga rentenir. Ini sejalan dengan program pemerintah,” ungkapnya.
Menurutnya, dampak judi online dan praktik rentenir sangat serius terhadap kehidupan sosial. Tidak sedikit kasus yang berujung pada persoalan hukum, keretakan rumah tangga, hingga kehancuran ekonomi keluarga.
“Kita harus punya komitmen melawan itu semua, karena dampaknya luar biasa bagi masyarakat,” tegasnya.
Mulyadi juga mengapresiasi sistem koperasi yang dinilai mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan anggota, mulai dari kebutuhan rumah, kendaraan, hingga modal pernikahan, melalui mekanisme yang sehat dan terencana.
Ia menjelaskan, simpanan wajib menjadi kewajiban setiap anggota, sedangkan simpanan sukarela bersifat fleksibel dan dapat diambil sesuai kebutuhan, termasuk menjelang Idulfitri atau momen penting lainnya.
Namun demikian, ia berpesan agar anggota menggunakan dana yang diterima secara bijak dan tidak menghabiskannya hanya untuk kebutuhan sesaat.
“Kita tidak hidup hanya untuk satu hari raya saja, tetapi untuk keberlanjutan kehidupan ke depan,” pesannya.
Dengan pembagian dana miliaran rupiah tersebut, diharapkan Koperasi Karyawan PT Muara Tunggal semakin solid, menjadi benteng ekonomi pekerja, serta mampu menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan anggota.















