JABARINSIDE.COM | Sosialisasi dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, bertempat di Gedung Aula Pondok Modern Assalam, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (28/02/26).
Kegiatan tersebut turut menghadirkan perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN) guna memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait pelaksanaan program MBG, khususnya selama bulan Ramadan.
Kepada Jabarinside.com, Zainul Munasichin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat edukasi publik mengenai program yang telah berjalan lebih dari satu tahun tersebut.
“Hari ini saya bersama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait program Makan Bergizi Gratis di wilayah Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Di bulan Ramadan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program MBG yang sudah berjalan selama satu tahun lebih, khususnya di bulan Ramadan kali ini,” ujarnya.
Zainul menjelaskan, selama Ramadan terdapat menu khusus dari BGN untuk program MBG, yakni menu kering. Menu ini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait standar kelayakan gizi dan harga yang telah ditetapkan.
Menurutnya, dalam dialog bersama masyarakat, pihaknya menerima berbagai masukan, saran, hingga kritik agar kualitas menu tetap sesuai standar gizi dan harga yang sudah ditentukan oleh BGN.
“Kami tadi mendapatkan masukan, saran, dan juga kritik dari masyarakat agar menu MBG, khususnya menu kering, tetap dijaga agar sesuai dengan standar gizi dan juga standar harga yang sudah ditetapkan oleh BGN,” katanya.
Ia pun mengapresiasi seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, kritik dan saran merupakan bagian penting dalam upaya penyempurnaan program.
Zainul berharap ke depan BGN bersama kepala SPPG, para ahli gizi, serta relawan dapur terus diberikan semangat dan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat penerima manfaat.
Ia juga menegaskan agar seluruh dapur pelaksana MBG di Sukabumi tidak alergi terhadap kritik.
“Seluruh dapur-dapur yang ada di Sukabumi harus welcome terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat. Tidak perlu alergi dengan kritikan. Karena kritik dan saran itu membantu untuk perbaikan ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, selama kritik yang disampaikan bersifat faktual dan membangun, maka harus direspons secara baik sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan kualitas layanan.
Namun, ia menambahkan bahwa apabila masukan sudah menjurus pada fitnah, maka tentu bisa dipertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, Zainul menyampaikan terima kasih kepada BGN yang terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait program strategis ini, yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap program MBG tetap berjalan dengan perbaikan-perbaikan yang diperlukan demi memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.















