JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Upaya pencarian terhadap Udin (56), warga Kampung Mandaeling, Desa/Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu, kini memasuki hari keempat, Rabu (11/3/2026). Hingga berita ini diturunkan, keberadaan korban masih belum diketahui.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada informasi terbaru mengenai keberadaan Udin.
“Sampai hari ini belum ada kabar lagi, apakah beliau sudah ditemukan atau belum. Faktanya sampai sekarang memang belum ditemukan,” ujar Lenni kepada Jabarinside.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sebelumnya tim dari Basarnas telah melakukan asesmen langsung ke lapangan dengan menemui keluarga korban serta beberapa warga yang terakhir melihat Udin.
Menurut keterangan seorang warga bernama Aisah, Udin terakhir terlihat berada di sekitar area permukiman pada sekitar pukul 16.30 WIB. Jarak lokasi terakhir terlihat dengan rumah korban diperkirakan hanya sekitar 300 meter.
“Artinya pada sekitar jam setengah lima sore Pak Udin sudah terlihat berada di lingkungan pemukiman yang tidak jauh dari rumahnya,” jelasnya.
Lenni menambahkan, berdasarkan informasi dari warga sekitar, Udin terkadang berjalan tidak melalui jalan utama, melainkan melalui bagian belakang permukiman.
Namun demikian, mengingat jarak lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah serta berada di area pemukiman, seharusnya apabila terjadi sesuatu seperti jatuh atau mengalami serangan penyakit, korban dapat segera ditemukan oleh warga.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, pihak Basarnas untuk sementara memutuskan belum menurunkan tim pencarian.
“Basarnas memiliki standar operasional prosedur (SOP) tertentu sebelum menurunkan tim ke lapangan. Berdasarkan asesmen dan keterangan dari warga serta keluarga, sementara ini disimpulkan belum perlu dilakukan operasi pencarian,” ungkapnya.
Selain itu, laporan awal yang diterima juga dinilai belum merinci secara jelas kronologi kejadian sehingga menyulitkan dalam menentukan langkah operasi pencarian.
Meski demikian, pihak kecamatan bersama warga masih terus memantau perkembangan dan menunggu informasi dari pihak keluarga.
Lenni menyebut, terdapat kemungkinan Udin sedang berada di rumah kerabatnya untuk menenangkan diri, mengingat adanya dugaan tekanan persoalan ekonomi yang tengah dihadapi.
“Kemungkinan beliau pergi ke saudaranya untuk menenangkan diri dulu. Informasi ini juga masih terus kami telusuri,” pungkasnya.
Sementara itu, keluarga dan masyarakat setempat masih berharap Udin dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.















