JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, melalui tim kalibrasi terus melaksanakan program kalibrasi arah kiblat di wilayahnya. Program ini menyasar rumah-rumah penduduk serta rumah ibadah di sepuluh desa yang berada di Kecamatan Cikembar.
Kalibrasi arah kiblat dilakukan untuk memastikan keakuratan arah menghadap ke Ka’bah di Mekkah, yang menjadi arah utama bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat.
Koordinator Tim Kalibrasi KUA Kecamatan Cikembar, H. Ison Solihin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang melibatkan unsur penyuluh agama dan penghulu. Tim secara bergiliran turun ke lapangan setiap minggu untuk melakukan pengecekan arah kiblat di rumah penduduk maupun musala.
> “Ini sudah menjadi program kami di KUA Cikembar. Tim kalibrasi terdiri dari penyuluh dan penghulu yang bersama-sama turun ke lapangan di sepuluh desa sasaran. Sasarannya rumah penduduk dan rumah ibadah,” ungkap H. Ison, Jumat (10/10/2025).
Ia menyebutkan, manfaat dari kegiatan kalibrasi ini sangat besar. Selain memastikan keakuratan arah kiblat, kegiatan ini juga membantu masyarakat agar memiliki keyakinan penuh dalam menjalankan ibadah.
“Banyak masyarakat, khususnya ibu-ibu yang salat di rumah, belum yakin apakah arah kiblatnya sudah benar. Selama ini hanya mengikuti arah masjid tanpa pengukuran akurat. Padahal ketika kita ukur ulang, dari satu bangunan ke bangunan lain bisa berbeda arah cukup signifikan,” jelasnya.
Menurut catatan KUA Cikembar, hingga saat ini sudah sekitar 300 rumah yang dikalibrasi arah kiblatnya. Namun, jumlah tersebut baru mencakup beberapa desa, dan kegiatan ini akan terus dilakukan secara bertahap.
“Setiap minggu, khususnya hari Rabu, kami turun ke lapangan bersama MUI desa untuk melakukan pendataan dan kalibrasi. Alhamdulillah, respon masyarakat sangat antusias dan mendukung kegiatan ini,” tambahnya.
H. Ison berharap, melalui kegiatan kalibrasi arah kiblat ini, masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang dan yakin bahwa arah salat mereka sudah tepat.
“Kalau arah kiblat sudah benar, tentu keyakinan dalam beribadah juga semakin kuat. Ibadah pun terasa lebih khusyuk dan menenangkan,” tutupnya.















