‎Banyak Tanda Tangan Diduga Dipalsukan dalam Surat Mosi Tidak Percaya terhadap Kepala Desa Babakan Jaya

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABARINSIDE.COM | Sukabumi — Dugaan pemalsuan tanda tangan warga mencuat dalam surat mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, E. Benno. Surat tersebut diketahui disampaikan oleh kelompok yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Babakan Bersatu.

‎Hasil temuan di lapangan menunjukkan, hampir 60 persen tanda tangan dalam surat mosi tidak percaya tersebut diduga kuat palsu.

‎“Berdasarkan konfirmasi di lapangan, tanda tangan yang disampaikan oleh Gerakan Babakan Bersatu itu hampir 60 persen dipalsukan. Kami sudah memanggil warga yang namanya tercantum di dalam surat mosi tidak percaya,” Ungkap Kepala Desa Babakan Jaya, E. Benno, saat ditemui di kantor desa, Selasa (21/10/2025).

‎Benno mencontohkan, di wilayah RT 01, beberapa warga yang namanya tertera dalam daftar penandatangan justru mengaku tidak pernah menandatangani dokumen untuk menggulingkan kepala desa.

‎“Ada warga yang mengaku pernah dimintai tanda tangan tiga bulan lalu oleh seseorang yang datang untuk urusan bantuan sosial, bukan untuk mosi tidak percaya,” jelasnya.

‎Kondisi serupa juga ditemukan di RT 04, RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 14. Warga di wilayah tersebut menegaskan tidak pernah menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Babakan Jaya.

‎“Saat ini kami masih melakukan pengecekan di RT 16 untuk memastikan keabsahan tanda tangan yang tercantum,” tambah Benno.

‎Temuan tersebut turut disaksikan oleh perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tim pendamping desa, serta sejumlah wartawan yang hadir di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, mayoritas warga yang disebut telah menandatangani surat itu justru merasa dirugikan karena tanda tangan mereka digunakan tanpa izin.

‎“Ini akan menjadi bahan kajian lebih lanjut. Masyarakat yang merasa tanda tangannya dipalsukan berhak untuk menempuh jalur hukum dan melakukan somasi sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

‎Dugaan pemalsuan tanda tangan ini membuka babak baru dalam polemik mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Babakan Jaya.

‎Pemerintah desa berharap semua pihak dapat mengedepankan klarifikasi dan penyelesaian sesuai prosedur hukum agar situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.

Baca Juga :  ‎Pengurus KORMI Kabupaten Sukabumi Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Budaya Olahraga Masyarakat

Berita Terkait

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi
Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk
70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak
Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas
Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh
DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah
‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
Berita ini 527 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:14 WIB

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:56 WIB

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WIB

DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman

Berita Terbaru