‎Bocah 6 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin, Keluarga Keluhkan Pelayanan RS Betha Medika‎

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM |SUKABUMI – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Seorang bocah perempuan berinisial SH (6) meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua hari akibat luka tembak senapan angin yang mengenai bagian kepalanya.

‎Korban mengembuskan napas terakhir pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di RS Betha Medika, tempat ia dirawat sejak insiden tragis yang terjadi pada Jumat siang.

‎Peristiwa tersebut diduga bermula dari kelalaian ayah tiri korban, berinisial S (35), yang saat itu tengah membersihkan senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 mm di depan rumah. Tanpa disadari, senjata tersebut masih dalam kondisi berisi peluru hingga akhirnya meletus dan mengenai kepala korban.

‎Selain kasus pidana yang kini tengah bergulir, pihak keluarga korban juga mengeluhkan dugaan buruknya pelayanan yang diterima saat korban dibawa ke rumah sakit.

‎Relawan KDM Kota dan Kabupaten Sukabumi, Egi Sonia, S.H, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan RS Betha Medika. Ia menyebut keluarga korban sempat mengalami keterlambatan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena diminta melakukan pembayaran terlebih dahulu.

‎“Keluarga korban menyampaikan kepada kami, saat korban tiba di IGD RS Betha Medika, mereka diminta membayar uang muka sebesar Rp4 juta. Jika ingin segera ditangani, harus ada pembayaran terlebih dahulu,” ujar Egi Sonia, Senin (9/2/2026).

‎Akibat permintaan tersebut, lanjut Egi, keluarga korban terpaksa mencari pinjaman uang demi mendapatkan penanganan medis bagi anak mereka.

‎“Karena keluarga tidak siap, akhirnya harus mencari pinjaman. Ini yang membuat keluarga kecewa, karena penanganan korban seolah tertunda sebelum uang masuk,” katanya.

‎Selain itu, keluarga juga diinformasikan bahwa biaya perawatan tidak dapat langsung ditanggung BPJS karena kasus tersebut masuk dalam kategori kriminal.

‎“Katanya karena ini masalah kriminal, jadi tidak bisa ditanggung BPJS. Harus ada bantuan dari LPSK serta laporan kepolisian terlebih dahulu,” jelasnya.

‎Tak hanya saat korban masih hidup, pihak keluarga juga mengeluhkan proses administrasi setelah korban dinyatakan meninggal dunia. Bahkan, menurut Egi, pihak rumah sakit disebut meminta pelunasan biaya sebelum jenazah dapat dipulangkan.

‎“Keluarga menyampaikan, sampai jenazah mau dipulangkan pun harus dilunasi dulu. Setelah itu baru jenazah bisa dibawa pulang,” ungkap Egi.

‎Atas kejadian tersebut, ibu kandung korban bersama keluarga besar serta pihak desa menyatakan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit yang dinilai lamban dalam menangani kondisi darurat.

‎“Mereka berencana melaporkan pihak RS Betha Medika. Proses hukum silakan berjalan sesuai aturan, tapi keluarga kecewa dengan pelayanan rumah sakit yang dianggap menunda penanganan sebelum pembayaran,” tegas Egi.

‎Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya menghubungi manajemen RS Betha Medika untuk memperoleh klarifikasi dan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan keluarga korban.

Baca Juga :  Beberapa Hari Dirawat, Korban Pembacokan di Cikidang Meninggal Dunia

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, RGPI Kabupaten Sukabumi Gelar Turnamen Bola Voli Rajawali Cup 2026
Jalan Santai HUT RI ke-81 di RW 05 Gekbrong Meriah, Warga Kompak Kenakan Merah Putih
‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan
Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak
Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras
Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi
Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan
Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Semarak HUT RI ke-81, RGPI Kabupaten Sukabumi Gelar Turnamen Bola Voli Rajawali Cup 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Jalan Santai HUT RI ke-81 di RW 05 Gekbrong Meriah, Warga Kompak Kenakan Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:54 WIB

‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan

Berita Terbaru