JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (29/12/2025) sore mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah titik. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan tersebar di empat desa, yakni Desa Sindangresmi, Desa Jampangtengah, Desa Padabeunghar, dan Desa Bojongjengkol.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, bencana tersebut menyebabkan banjir di 24 titik dan longsor di 6 titik di wilayah Kecamatan Jampangtengah.
Akibat kejadian itu, sebanyak 36 rumah terdampak, dengan 39 kepala keluarga atau 124 jiwa terdampak langsung. Selain itu, dua unit tembok penahan tanah (TPT) dilaporkan jebol, satu unit jembatan putus, dan satu jembatan lainnya dalam kondisi terancam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya permukiman, dampak bencana juga merusak fasilitas umum dan lahan warga. Satu unit warung terdampak, dua ruas jalan desa tertutup material longsoran, serta satu ruas jalan provinsi dilaporkan terancam putus. Sebanyak 9,9 hektare lahan pertanian terdampak, satu unit MCK rusak, sembilan kolam ikan terdampak, serta satu jalur jalan setapak tertutup material longsor.
BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa kondisi terkini air banjir sudah surut. Namun demikian, sarana dan prasarana yang rusak hingga saat ini belum dilakukan perbaikan dan masih dalam tahap pendataan serta pemantauan.

Sementara itu, berdasarkan laporan cuaca, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Selasa (30/12/2025) pagi terpantau berawan, dengan suhu udara 26 derajat Celsius, kelembapan 82 persen, arah angin barat laut, dan kecepatan angin 3,6 kilometer per jam.
Dalam rangka kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah melalui grup WhatsApp P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, serta komunikasi radio Ratel I. Selain itu, pengamatan titik rawan bencana dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB, serta pemantauan informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi dari BMKG.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.















