Puluhan Hektare Sawah di Sukasirna Cibadak Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Banjir yang melanda wilayah Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu sore (14/5/2026) mengakibatkan sekitar 120 hektare lahan persawahan terendam air. Akibat kejadian tersebut, ribuan bibit padi milik petani terancam rusak dan menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Genangan mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB setelah debit air Sungai Pengasahan meningkat dan meluap ke area pertanian warga. Sawah yang terdampak tersebar di sejumlah titik, di antaranya Kampung Cipicung, Kampung Pangasahan RT 003 RW 016, serta kawasan Babakan Banten.

Baca Juga :  Mantan ASN Kementan Ngadu ke Presiden, Klaim Jadi Korban Kriminalisasi dan Teror Selama 24 Tahun

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukasirna, M. Sulthoni mengatakan, luapan air terjadi karena kapasitas Sungai Pengasahan dinilai tidak mampu menampung aliran air dari wilayah hulu saat hujan deras mengguyur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aliran sungainya terlalu sempit, sehingga ketika debit air naik langsung meluap ke areal persawahan warga,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Warga Tangkil Audiensi dengan PT Bogorindo Cemerlang, Sepakati Perbaikan Jalan dan Irigasi

Menurutnya, kondisi tersebut sangat berdampak terhadap tanaman padi yang baru memasuki usia tanam sekitar dua minggu. Pada masa awal pertumbuhan, tanaman padi sangat sensitif terhadap genangan air yang berlangsung lama.

Ia menjelaskan, jika air tidak segera surut maka akar tanaman dapat membusuk sehingga pertumbuhan padi terganggu bahkan berpotensi mati. Situasi itu dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya hasil produksi panen para petani.

Baca Juga :  ‎Sejumlah Bencana Terjadi di Sukabumi, Longsor hingga Banjir Bandang Rusak Akses Jalan dan Lahan Pertanian

“Sebagian besar sawah di wilayah tersebut terdampak banjir. Kami berharap ada penanganan cepat agar aliran air kembali lancar dan sawah tidak terus tergenang,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, para petani diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp40 juta, belum termasuk biaya benih dan perawatan yang telah dikeluarkan selama masa tanam berlangsung.

Berita Terkait

Diguyur Hujan Deras, Belasan Kejadian Bencana Terjadi Serentak di Kabupaten Sukabumi
‎Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Titik di Kota Sukabumi Terdampak‎
Pemkab Sukabumi Sigap Evakuasi Pohon Tumbang, Jalur Nasional Palabuhanratu–Banten Kembali Normal
Tebing Longsor Hantam Rumah di Ciambar Sukabumi, Lima Jiwa Mengungsi
‎Longsor Tutup Tol Parungkuda KM 72, Arus Dialihkan ke Cigombong‎
Hujan Angin Terjang Cisaat Sukabumi, Gudang Mebel dan Rumah Warga Rusak
‎Banjir Bandang Rendam Sawah Warga di Kabandungan, 2 Hektare Terdampak
Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat, Warga Bojongsari Pulihkan Akses Pasca Banjir Bandang
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:20 WIB

Diguyur Hujan Deras, Belasan Kejadian Bencana Terjadi Serentak di Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:01 WIB

‎Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Titik di Kota Sukabumi Terdampak‎

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:27 WIB

Pemkab Sukabumi Sigap Evakuasi Pohon Tumbang, Jalur Nasional Palabuhanratu–Banten Kembali Normal

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:37 WIB

Tebing Longsor Hantam Rumah di Ciambar Sukabumi, Lima Jiwa Mengungsi

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:32 WIB

Puluhan Hektare Sawah di Sukasirna Cibadak Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:16 WIB

‎Longsor Tutup Tol Parungkuda KM 72, Arus Dialihkan ke Cigombong‎

Selasa, 28 April 2026 - 07:45 WIB

Hujan Angin Terjang Cisaat Sukabumi, Gudang Mebel dan Rumah Warga Rusak

Selasa, 21 April 2026 - 19:59 WIB

‎Banjir Bandang Rendam Sawah Warga di Kabandungan, 2 Hektare Terdampak

Berita Terbaru