‎Diduga Ada Intervensi dan Intimidasi, Keluarga Korban Pelecehan Seksual di Sukabumi Tertekan

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kasus dugaan pelecehan seksual dan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang menyeret oknum Kepala Madrasah sekaligus Amil di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, berinisial UMG (55), kembali mendapat sorotan. Pasalnya, keluarga korban disebut mengalami tekanan berupa dugaan intervensi dan intimidasi dari pihak-pihak tertentu agar mencabut laporan polisi.

‎Sebelumnya, UMG dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi oleh DE (57), ayah korban berinisial RJ (15), dengan Surat Tanda Bukti Laporan Nomor: STBL/303/VI/2025/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jabar tertanggal 18 Juni 2025. Laporan dibuat lantaran DE tidak terima anaknya dilecehkan.

‎Wakil Ketua Tim Kuasa Hukum keluarga korban, Dendi Mulyadi dari Lembaga Bantuan Hukum Sukabumi Officium Nobile (LBH SON), menyebutkan dugaan upaya intervensi dan intimidasi itu beberapa kali dialami keluarga korban.

‎ “Kami mendapat informasi adanya beberapa kali upaya intervensi dan intimidasi dari oknum perwakilan keluarga tersangka UMG. Terakhir pada awal Agustus, saat RJ masih trauma, perwakilan keluarga tersangka datang melakukan tekanan dengan berbagai cara,” ungkap Dendi, Rabu (20/8/2025).



‎Hal senada diungkapkan Kuasa Hukum DE lainnya, Ajah Supardi. Ia menyebut intervensi terakhir bahkan dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai advokat pihak UMG.

‎ “Klien kami mendapat intimidasi agar mencabut laporan. Mereka bahkan menawarkan uang dengan alasan untuk kebutuhan keluarga korban, tanpa mengindahkan kode etik profesi advokat karena melangkahi kami selaku kuasa hukum resmi,” tegasnya.


‎Sementara itu, Tim Kuasa Hukum DE lainnya, Diki Darmadi, menekankan dampak perbuatan UMG membuat korban RJ mengalami trauma berat.

‎ “Berdasarkan hasil asesmen sementara dan konsultasi dengan UPTD PPA Kabupaten Sukabumi, RJ masih mengalami trauma mendalam, sering menyendiri, dan enggan berinteraksi dengan teman sebaya. Kami bersama PPA dan Dinas Sosial terus memberikan pendampingan pemulihan psikis dan psikologis,” jelas Diki.


‎Kondisi trauma korban juga dibenarkan oleh Arum Rumiyati, OPSIGA UPTD PPA Kabupaten Sukabumi.

‎ “Hasil asesmen menunjukkan adanya trauma cukup berat yang dialami RJ. Ini menjadi perhatian serius bagi kami dalam proses pemulihan,” ujarnya.



‎Terkait dugaan intervensi, kuasa hukum korban menilai hal tersebut bisa dikategorikan sebagai perintangan penyidikan atau obstruction of justice.

‎“Kasus ini bukan delik aduan, melainkan delik biasa yang tidak bisa dicabut laporannya. Maka, kami menegaskan kasus ini harus diselesaikan secara hukum demi masa depan korban. Kejahatan terhadap anak di bawah umur tidak boleh ditoleransi,” pungkas Diki.

Baca Juga :  Pemdes Bojongraharja Dampingi Tim Kecamatan Cikembar Laksanakan Monev Dana Banprov 2025

Berita Terkait

Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa
‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎
OMI 2026 KKM Jampangkulon Resmi Dibuka, Kemenag Dorong Siswa Madrasah Berprestasi
‎BPD Sebut Aset Desa, Kades Minta Bukti: Status Lahan di Sukamulya Masih Diperdebatkan
Harga Beras di Sukabumi Terus Merangkak Naik, Tembus Rp380 Ribu per Karung
Pemdes Tanjungsari Salurkan Insentif untuk 54 Ketua RT dan 12 Ketua RW, Dorong Peran Aktif Layani Masyarakat
‎Edukasi Pemilahan Sampah Didorong dari Rumah Tangga, SCG Mentari Gandeng Pemdes Tanjungsari‎
Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:08 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa

Jumat, 11 September 2026 - 09:33 WIB

‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎

Rabu, 9 September 2026 - 20:07 WIB

‎BPD Sebut Aset Desa, Kades Minta Bukti: Status Lahan di Sukamulya Masih Diperdebatkan

Rabu, 9 September 2026 - 09:15 WIB

Harga Beras di Sukabumi Terus Merangkak Naik, Tembus Rp380 Ribu per Karung

Rabu, 9 September 2026 - 06:09 WIB

Pemdes Tanjungsari Salurkan Insentif untuk 54 Ketua RT dan 12 Ketua RW, Dorong Peran Aktif Layani Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 10:29 WIB

‎Edukasi Pemilahan Sampah Didorong dari Rumah Tangga, SCG Mentari Gandeng Pemdes Tanjungsari‎

Senin, 7 September 2026 - 16:17 WIB

Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis

Senin, 7 September 2026 - 08:31 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat

Berita Terbaru