‎Aspirasi Sudah Diakomodir, Anarki Bukan Solusi‎

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Minggu (31/08/25) Sejumlah sumber media nasional dan lokal mencatat bahwa demonstrasi besar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berhasil menyampaikan aspirasi masyarakat. Pemerintah maupun DPR pun sudah membuka ruang dialog, bahkan beberapa tuntutan dilaporkan sudah masuk tahap pembahasan. Artinya, secara politik, suara rakyat tidak diabaikan.

‎Namun, catatan yang sama juga menunjukkan fakta lain: aksi unjuk rasa itu diwarnai perusakan fasilitas umum, pembakaran kendaraan dinas, hingga penyerangan aparat. Data dari aparat keamanan menyebutkan kerugian materi mencapai miliaran rupiah akibat infrastruktur publik yang rusak. Hal ini diperkuat oleh laporan media yang menyoroti bagaimana halte, kantor pelayanan publik, hingga kendaraan umum menjadi sasaran amuk massa.

‎Inilah yang patut direnungkan. Jika aspirasi sudah diterima dan jalur komunikasi telah terbuka, mengapa masih ada tindakan anarkis? Bukankah hal itu justru mencederai perjuangan dan merugikan masyarakat luas?

‎Berbagai analis politik menegaskan, demonstrasi adalah hak konstitusional, tapi hak itu disertai kewajiban moral: menjaga ketertiban, tidak melukai, apalagi merusak fasilitas bersama. Anarki, menurut banyak pengamat, hanya akan memperlemah posisi gerakan, menimbulkan antipati publik, dan membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin menunggangi situasi demi kepentingan politik sesaat.

‎Pada akhirnya, demokrasi tidak diukur dari seberapa keras kita berteriak, melainkan seberapa dewasa kita menjaga perbedaan pendapat dalam bingkai damai. Aspirasi yang diperjuangkan dengan tertib akan lebih mungkin didengar, dibandingkan suara yang bercampur dengan asap pembakaran dan reruntuhan perusakan.

‎Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas. Aspirasi sudah mendapat tempat, tinggal bagaimana kita mengawalnya dengan cara yang bermartabat, agar demokrasi tetap menjadi jalan peradaban—bukan jalan menuju kehancuran.

Baca Juga :  Menjelang Bulan Suci Ramadan JORELAT Menabur Kebaikan Dengan Wakaf Alquran Masjid Al-Hikmah,

Berita Terkait

‎Kemenag Kabupaten Sukabumi Lantik 21 Guru PAI dan Madrasah yang Naik Pangkat
WABUP TEGASKAN PERAN ORGANISASI KEAGAMAAN SANGAT KRUSIAL DALAM MENJAGA KEPENTINGAN UMAT
‎Kepala KUA Cikembar Hadiri Musrenbang Kecamatan Tahun 2026 untuk Penyusunan RKPD 2027
‎Konten Kreator Ka Kuhu Resmi Jadi Tersangka, Polisi Tegaskan Kasus Penghinaan Bukan Pencemaran Nama Baik
‎Kepala KUA Cikembar Apresiasi Pengukuhan Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Cikembar‎
‎TMMD ke-127 Resmi Dibuka, TNI dan Pemkab Sukabumi Satukan Langkah Bangun Desa‎
‎Bocah 6 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin, Keluarga Keluhkan Pelayanan RS Betha Medika‎
CAPAI SWASEMBADA PANGAN 2025, PRODUKSI PANGAN KAB SUKABUMI PERINGKAT DUA NASIONAL
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:31 WIB

‎Kemenag Kabupaten Sukabumi Lantik 21 Guru PAI dan Madrasah yang Naik Pangkat

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:43 WIB

WABUP TEGASKAN PERAN ORGANISASI KEAGAMAAN SANGAT KRUSIAL DALAM MENJAGA KEPENTINGAN UMAT

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:26 WIB

‎Kepala KUA Cikembar Hadiri Musrenbang Kecamatan Tahun 2026 untuk Penyusunan RKPD 2027

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:13 WIB

‎Konten Kreator Ka Kuhu Resmi Jadi Tersangka, Polisi Tegaskan Kasus Penghinaan Bukan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:57 WIB

‎Kepala KUA Cikembar Apresiasi Pengukuhan Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Cikembar‎

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:22 WIB

‎Bocah 6 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin, Keluarga Keluhkan Pelayanan RS Betha Medika‎

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:34 WIB

CAPAI SWASEMBADA PANGAN 2025, PRODUKSI PANGAN KAB SUKABUMI PERINGKAT DUA NASIONAL

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:27 WIB

‎Tradisi Cucurak Warnai Soft Opening Offo Living Store Sukabumi Bersama Ratusan Karyawan OFG

Berita Terbaru