Aliansi Organisasi Sukabumi Guncang BPN di Hari Tani Nasional

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM |SUKABUMI – Ratusan massa dari berbagai organisasi mahasiswa dan rakyat dipastikan d turun ke jalan pada peringatan Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). Aksi ini digerakkan oleh DPC GMNI Sukabumi Raya, DPC SPI Sukabumi, Fraksi Rakyat, serta PC IMM Sukabumi Raya dengan titik konsentrasi di depan Kantor BPN Kabupaten Sukabumi.

‎Surat pemberitahuan yang telah dilayangkan kepada Polres Sukabumi Kota memperkirakan aksi dimulai pukul 13.00 WIB dengan jumlah massa mencapai 400 orang.

‎Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Arif Gunawan, menegaskan aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan konsolidasi gerakan rakyat untuk menagih janji reforma agraria yang nyata.

‎“Kami hadir sebagai penyambung lidah rakyat. Hari Tani bukan perayaan kosong, tapi momentum untuk menegaskan bahwa hak-hak petani harus dibela,” ujarnya.

‎Nada serupa disampaikan Koordinator DPC SPI Sukabumi, Rojak daud Ia menyebut Hari Tani Nasional harus dijadikan pengingat keras bahwa kedaulatan pangan dan reforma agraria sejati tak boleh lagi ditunda.

‎Lebih tajam, Ketua DPC SPI Sukabumi, Rojak Daud, menuding BPN lalai mengurus berakhirnya Hak Guna Usaha (HGU) yang selama puluhan tahun dikuasai perusahaan.

‎ “Banyak HGU di Sukabumi sudah berakhir. Ada yang habis 29 tahun, 20 tahun, bahkan sejak 2013. Faktanya, tanah itu sudah dikuasai dan dimanfaatkan petani turun-temurun. Tapi tiba-tiba ada klaim pengusaha, bahkan praktik jual beli lahan, padahal HGU-nya sudah putus hukum. Ini dibiarkan oleh BPN,” tegasnya.

‎Rojak mengungkap contoh kasus di Kecamatan Lengkong, tepatnya di Nagawarna, dengan luas 320 hektare lahan yang sejak 2011 dikelola petani, namun kini diperebutkan oleh pihak pengusaha. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Jampang Tengah, di mana 1.600 hektare tanah dengan HGU yang habis pada 2016 kini kembali dipermasalahkan.

Lebih parah lagi, menurutnya, ada dugaan oknum dewan justru membekingi klaim pengusaha.

‎ “Petani sudah lama menguasai tanah dengan itikad baik sesuai amanat undang-undang. Tapi yang terjadi, mereka malah diusir. Bahkan isu di lapangan menyebut ada anggota DPRD yang ikut membacking pengusaha. Ini bukan sekadar konflik tanah, tapi pengkhianatan terhadap rakyat,” tambahnya.

‎Aksi Hari Tani Nasional di Sukabumi kali ini dipastikan tidak hanya akan menggema sebagai seruan moral, tetapi juga menjadi desakan keras agar pemerintah daerah hingga pusat segera menertibkan tanah-tanah bekas HGU dan memastikan hak hidup petani tidak lagi digadaikan.

‎Kepala BPN Sukabumi, Wendi Isnawan, menyampaikan apresiasi atas kondusifitas penyampaian aspirasi dalam aksi Hari Tani Nasional.

‎“Alhamdulillah, penyampaian aspirasi hari ini berlangsung kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa dan petani. Kita harus terus menjaga kondusifitas,” ujar Wendi Isnawan.

‎Ia menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan akan dibahas lebih lanjut bersama Bupati Sukabumi selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). “Nanti hal-hal yang menjadi tuntutan akan kita diskusikan dan ditindaklanjuti bersama Pak Bupati. Bahkan kalau memungkinkan, aspirasi-aspirasi ini bisa dibahas dalam forum resmi agar lebih jelas,” ucapnya.

‎Menurutnya, ke depan BPN bersama stakeholder terkait akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. “Kita bisa cek lokasi, lihat kondisi fisiknya, dan memastikan izin-izin yang ditempuh sudah sesuai aturan. Karena perpanjangan maupun pembaruan HGU pasti melibatkan banyak pihak, bukan hanya BPN, tetapi juga kementerian terkait,” jelasnya.

‎Wendi menambahkan, dirinya yang baru sebulan menjabat belum bisa memberikan analisis mendalam, namun tetap berkomitmen menjaga integritas. “Saya belum bisa bicara jauh karena masih baru, tapi yang pasti kita akan menjaga integritas dan memastikan semua sesuai ketentuan,” katanya.

‎Ia juga menegaskan, langkah konkret akan dilakukan bersama Bupati melalui GTRA. “Insya Allah kita akan turun ke lapangan bersama Pak Bupati. Dengan begitu, semua aspirasi bisa ditangani secara langsung dan transparan,” pungkasnya.

Berita Terkait

‎Kemenag Kabupaten Sukabumi Lantik 21 Guru PAI dan Madrasah yang Naik Pangkat
WABUP TEGASKAN PERAN ORGANISASI KEAGAMAAN SANGAT KRUSIAL DALAM MENJAGA KEPENTINGAN UMAT
‎Kepala KUA Cikembar Hadiri Musrenbang Kecamatan Tahun 2026 untuk Penyusunan RKPD 2027
‎Kepala KUA Cikembar Apresiasi Pengukuhan Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Cikembar‎
‎TMMD ke-127 Resmi Dibuka, TNI dan Pemkab Sukabumi Satukan Langkah Bangun Desa‎
‎Bocah 6 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin, Keluarga Keluhkan Pelayanan RS Betha Medika‎
CAPAI SWASEMBADA PANGAN 2025, PRODUKSI PANGAN KAB SUKABUMI PERINGKAT DUA NASIONAL
‎Tradisi Cucurak Warnai Soft Opening Offo Living Store Sukabumi Bersama Ratusan Karyawan OFG
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:31 WIB

‎Kemenag Kabupaten Sukabumi Lantik 21 Guru PAI dan Madrasah yang Naik Pangkat

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:43 WIB

WABUP TEGASKAN PERAN ORGANISASI KEAGAMAAN SANGAT KRUSIAL DALAM MENJAGA KEPENTINGAN UMAT

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:26 WIB

‎Kepala KUA Cikembar Hadiri Musrenbang Kecamatan Tahun 2026 untuk Penyusunan RKPD 2027

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:57 WIB

‎Kepala KUA Cikembar Apresiasi Pengukuhan Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Cikembar‎

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:22 WIB

‎Bocah 6 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin, Keluarga Keluhkan Pelayanan RS Betha Medika‎

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:34 WIB

CAPAI SWASEMBADA PANGAN 2025, PRODUKSI PANGAN KAB SUKABUMI PERINGKAT DUA NASIONAL

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:27 WIB

‎Tradisi Cucurak Warnai Soft Opening Offo Living Store Sukabumi Bersama Ratusan Karyawan OFG

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:12 WIB

‎Kemenhaj Sukabumi Resmi Buka Manasik Haji Terintegrasi 1447 H/2026 M

Berita Terbaru