Dugaan Pungutan Biaya Sidang Isbat Nikah Masal Di Desa Sukamaju”Panitia Klaim Sudah Koordinasi Dengan Institusi Terkait”

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM|Sukabumi – Rencana pelaksanaan sidang isbat nikah masal yang akan digelar pada 23 Oktober 2025 di Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menuai perhatian setelah muncul dugaan adanya pungutan biaya kepada calon peserta.

Salah satu calon peserta, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, menyebutkan bahwa peserta yang telah terdaftar diminta untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp300.000.

“Biaya yang diminta disebut untuk administrasi. Pembayarannya bisa dilakukan melalui transfer maupun tunai ke sekretariat panitia,” ujarnya kepada media, baru-baru ini.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sukamaju, Suherlan, membenarkan adanya pungutan biaya tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk keperluan teknis pelaksanaan acara, seperti pengadaan materai, dekorasi, konsumsi panitera, serta percetakan buku nikah.

“Memang tidak ada anggaran dari desa untuk kegiatan ini. Biaya tersebut juga bukan atas arahan dari Pengadilan Agama, karena secara prinsip kegiatan sidang isbat sudah dibiayai oleh pemerintah,” jelasnya, Selasa (30/9/2025).

Baca Juga :  Tanah Longsor Ancam Rumah Warga di Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat Sukabumi

Lebih lanjut, Suherlan mengatakan bahwa panitia telah melakukan koordinasi dengan sejumlah institusi terkait sebelum melakukan pungutan tersebut.

“Panitia sudah meminta izin kepada pihak KUA, Pengadilan Agama, dan Kapolsek terkait pungutan ini,” tambahnya.

Sebagai informasi, sidang isbat nikah masal merupakan layanan yang umumnya disediakan secara gratis oleh pemerintah untuk membantu pasangan suami istri yang belum memiliki akta nikah. Biaya pelaksanaan biasanya ditanggung oleh pihak penyelenggara atau melalui mekanisme gotong royong masyarakat, bukan dibebankan langsung kepada peserta.

Baca Juga :  Guru Honorer SMK Wira Utama Jadi Pahlawan di Upacara HUT ke-80 RI Setelah Tali Bendera Putus

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan melibatkan 60 pasangan, dengan 13 pasangan berasal dari Kecamatan Kadudampit, dan sisanya merupakan peserta dari wilayah lain seperti Cisolok, Cisaat, dan Gunung Guruh.

Rab Ripaldo

Berita Terkait

Program BSMSS Kodim 0607 Sukabumi Bangun Jalan di Cikembar, Warga Sambut Antusias
UPZ Cikembar Capai 60 Persen Pengumpulan ZIS, Kesadaran Warga Meningkat
Terungkap! Tiket Pesawat Bodong Dijual di Facebook, 8 Korban Rugi Hampir Rp11 Juta
‎Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Non-Subsidi, Subsidi Dipastikan Tetap Prioritas
‎Kuliner Murah Meriah di Depan Stasiun Stasiun Cibadak, Warung Mang Kuy Jadi Favorit Warga‎
Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Travel Terperosok ke Jurang di Simpenan
‎Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Sangrawayang‎
‎Sawah Retak di Hilir, Irigasi Warungkiara Tersumbat Sampah: Petani Kertamukti Menjerit
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:49 WIB

Program BSMSS Kodim 0607 Sukabumi Bangun Jalan di Cikembar, Warga Sambut Antusias

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:46 WIB

UPZ Cikembar Capai 60 Persen Pengumpulan ZIS, Kesadaran Warga Meningkat

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Terungkap! Tiket Pesawat Bodong Dijual di Facebook, 8 Korban Rugi Hampir Rp11 Juta

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:13 WIB

‎Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Non-Subsidi, Subsidi Dipastikan Tetap Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:48 WIB

‎Kuliner Murah Meriah di Depan Stasiun Stasiun Cibadak, Warung Mang Kuy Jadi Favorit Warga‎

Senin, 30 Maret 2026 - 18:07 WIB

‎Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Sangrawayang‎

Senin, 30 Maret 2026 - 17:50 WIB

‎Sawah Retak di Hilir, Irigasi Warungkiara Tersumbat Sampah: Petani Kertamukti Menjerit

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Berita Terbaru