‎Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Non-Subsidi, Subsidi Dipastikan Tetap Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan kebijakan energi nasional dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan negara dan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

‎Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) telah diatur dalam regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri ESDM tahun 2022.

‎Dalam keterangannya, Bahlil menjelaskan bahwa terdapat dua skema harga BBM, yakni untuk sektor industri (non-subsidi) dan non-industri (subsidi). Untuk BBM industri, harga akan otomatis mengikuti mekanisme pasar tanpa perlu diumumkan secara khusus.

‎“Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun akan terus menyesuaikan dengan harga pasar. Itu berlaku untuk BBM dengan RON tinggi seperti 95 hingga 98, yang umumnya digunakan oleh masyarakat mampu,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kelompok masyarakat yang menggunakan BBM non-subsidi tidak mendapatkan beban dari negara, sehingga fluktuasi harga sepenuhnya mengikuti kondisi global. Sementara itu, pemerintah lebih memfokuskan perhatian pada BBM subsidi yang digunakan oleh masyarakat luas.

‎Terkait adanya wacana kenaikan harga BBM non-subsidi sebesar 10 persen yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April, Bahlil meminta masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah.

‎“Untuk subsidi, tunggu tanggal mainnya. Insya Allah Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan kondisi masyarakat dan memprioritaskan kepentingan rakyat,” tegasnya.

‎Ia memastikan bahwa kebijakan terkait subsidi akan diambil secara hati-hati dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

‎Selain itu, isu geopolitik global seperti ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran juga turut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mempengaruhi harga energi dunia.

‎Pemerintah, lanjut Bahlil, terus memantau perkembangan global dan melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika internasional.

‎Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi terkait kebijakan harga BBM dalam waktu dekat.

Baca Juga :  ‎Baznas RI dan Relawan Sehati Resmikan Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Sukabumi

Berita Terkait

‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan
Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak
Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras
Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi
Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan
Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga
Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan
KUA Cikembar Gelar GEBER MAS, Gerakan Bersih-Bersih Masjid Sambut HUT RI ke-81
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:54 WIB

‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:41 WIB

KUA Cikembar Gelar GEBER MAS, Gerakan Bersih-Bersih Masjid Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru