JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Pembangunan infrastruktur fisik masih menjadi fokus utama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini sekaligus membahas dan menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 serta Daftar Usulan (DU) RKPDes Tahun 2027.
Musrenbangdes tersebut dipusatkan di aula Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, pada Kamis (13/11/2025). Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Camat Cikembar, BPD Desa Sukamulya, pendamping desa, perangkat desa, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan dari unsur perempuan dan karang taruna.
Kepala Desa Sukamulya, Dudun Ibrahim, menjelaskan bahwa pembangunan jalan desa masih menjadi prioritas utama dalam perencanaan tahun 2026 mendatang.

“Alhamdulillah, prioritas Musrenbang kali ini yang pertama tetap pada infrastruktur jalan desa. Karena masyarakat sangat berharap jalan-jalan desa segera dibenahi,” ujar Dudun.
Selain infrastruktur, Dudun juga menyoroti pentingnya peningkatan ekonomi kerakyatan dan penanganan masyarakat miskin, yang menjadi amanat program sebesar 20 persen dari Dana Desa (DD).
“Sasarannya adalah membantu masyarakat tidak mampu. Kami juga memahami banyak aspirasi masyarakat terkait jalan lingkungan, tetapi prioritas utama tetap menyelesaikan jalan desa terlebih dahulu,” tambahnya.
Menurut Dudun, Desa Sukamulya mengajukan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk pembangunan tahun 2026, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,5 miliar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kewenangan penuh dalam penggunaan dana tersebut, karena pelaksanaannya harus mengikuti petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
“Kami ini hanya pelaksana. Semua tetap diatur oleh pemerintah pusat melalui juklak dan juknis. Kadang masyarakat mengira desa punya kewenangan mutlak, padahal tidak begitu,” jelasnya.
Dudun juga berharap agar usulan masyarakat dapat disikapi secara bijak, dan pembangunan tidak hanya bergantung pada dana desa. Ia membuka peluang sinergi dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami terus berupaya menggandeng pihak perusahaan melalui dana CSR, seperti untuk perbaikan rumah tidak layak huni maupun perbaikan fasilitas sekolah. Jadi pembangunan tidak hanya mengandalkan dana desa,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan pembangunan Desa Sukamulya tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.















