JABARINSIDE.COM | Sukabumi —
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi akibat cuaca ekstrem sejak Kamis hingga Jumat, 13–14 November 2025.
Laporan harian tersebut disampaikan kepada Bupati Sukabumi, Forkopimda, serta perangkat daerah terkait pada Jumat (14/11/2025) pukul 20.00 WIB.
Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, sedikitnya terdapat tujuh kejadian bencana, yang didominasi tanah longsor dan kerusakan bangunan akibat hujan disertai angin.

1. Longsor di Kecamatan Nagrak
Kamis (13/11) pukul 16.00 WIB di Kampung Bojongkawung, Desa Girijaya. Longsor berukuran 6×4 meter mengancam satu rumah milik Hermanto (1 KK/3 jiwa). Tidak ada korban.
2. Kebakaran Akibat Percikan Api Motor
Jumat (14/11) pukul 11.05 WIB, sebuah rumah milik Sujai di Kampung Cipanas, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan terbakar akibat percikan api dari motor yang sedang diperbaiki. Rumah mengalami rusak berat. Dihuni 1 KK dengan 5 jiwa.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Longsor di Kecamatan Cicantayan
Kamis (13/11) pukul 04.00 WIB di Kampung Cinangka, Desa Cantayan. Longsor merusak bagian samping rumah warga bernama Ibu Elah. Dimensi longsor 3×10 meter.
4. Kerusakan Rumah Akibat Angin Kencang di Waluran
Masih pada Kamis (13/11), pukul 08.35 WIB, hujan deras disertai angin merusak dua rumah milik Abudin dan Hepi di Kampung Cikaret, Desa Mekarmukti. Tidak ada korban.

5. Dampak Angin di Kecamatan Cikakak
Kamis (13/11) pukul 15.00 WIB, hujan deras mengakibatkan dapur rumah warga bernama Nata ambruk di Kampung Cileungsing. Penghuni mengungsi ke rumah keluarga.
6. Longsor di Kecamatan Cireunghas
Selasa (11/11) pukul 18.00 WIB, hujan deras menyebabkan TPT dan dinding kamar mandi ambruk di Desa Tegalpanjang.
7. Longsor di Kecamatan Cicurug
Jumat (14/11) pukul 17.30 WIB, TPT halaman rumah warga bernama Windu longsor dengan ukuran 30×20 meter, mengancam rumah dan membuat akses jalan setapak tidak dapat digunakan.
BPBD memastikan bahwa seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa.
Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi diperkirakan masih berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat pada siang hingga malam hari.
Pada saat laporan disusun, kondisi cuaca terpantau berawan dengan detail:
Suhu: 22°C
Arah angin: Timur
Kecepatan angin: 1,6 km/jam
Kelembaban: 96%
BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah.
Dalam laporan tersebut, BPBD juga menyampaikan langkah penanganan yang telah dilakukan, diantaranya:
Pemantauan melalui jaringan komunikasi P2BK dan radio Ratel
Pengamatan risiko bencana melalui aplikasi InaRisk dan InaWare
Rekapitulasi dan publikasi informasi peringatan dini cuaca dan gempa
Kesiapsiagaan tim reaksi cepat (URC)
Tim piket Pusdalops, terdiri dari Unit Data Informasi serta Unit Reaksi Cepat, dilengkapi sarana pendukung seperti kendaraan operasional, chainsaw, dan pompa air.
Melalui laporan resminya, BPBD Kabupaten Sukabumi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring peningkatan intensitas hujan.
Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana melalui kontak darurat BPBD atau perangkat desa setempat.















