JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi secara resmi membuka kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Sukabumi, bertempat di Aula Kantor Kemenhaj, Kompleks Asrama Haji Pusbangda’i, Kecamatan Cikembar, Selasa (10/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi H. Abdul Manan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi H. Dadang Ramdani, Asisten Daerah (Asda) II Boyke Martadinata, Kabag Kesra Setda Kabupaten Sukabumi, para pimpinan KBIHU, unsur Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, tokoh ulama, serta puluhan calon jemaah haji.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan, mengatakan bahwa manasik haji merupakan kewajiban pemerintah dalam memberikan pembekalan kepada calon jemaah haji agar dapat melaksanakan ibadah dengan baik, benar, dan mandiri.
“Hari ini kita membuka bimbingan manasik haji tingkat kecamatan dan kabupaten. Ini adalah kewajiban pemerintah, dan kami dari Kementerian Haji dan Umrah memberikan layanan manasik kepada jemaah yang akan berangkat tahun 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan manasik haji terintegrasi ini direncanakan berlangsung sebanyak lima kali pertemuan, terdiri dari empat kali sebelum Ramadan dan satu kali setelah Lebaran.

“Dengan demikian, para jemaah mendapatkan layanan manasik sebanyak lima kali kegiatan, sehingga diharapkan dapat memahami seluruh rangkaian ibadah haji secara komprehensif,” jelasnya.
Terkait kuota haji Kabupaten Sukabumi tahun 2026, Abdul Manan menyebutkan bahwa dari total kuota 173 jemaah, yang telah melunasi dan siap berangkat tahun ini berjumlah 70 orang, termasuk pembimbing ibadah dan petugas haji daerah.
“Dari kuota 173, yang siap berangkat tahun ini sebanyak 70 jemaah. Sisanya sekitar 100 orang belum melunasi dengan berbagai alasan, seperti faktor kesehatan, ekonomi, dan kesiapan keluarga,” ungkapnya.
Menurutnya, kuota yang tidak terserap akan dikembalikan ke Provinsi Jawa Barat untuk diatur ulang berdasarkan nomor porsi secara provinsi.
“Yang tidak terserap akan dikembalikan ke provinsi, kemudian diurut kembali sesuai nomor porsi. Jemaah yang belum melunasi tahun ini otomatis akan menjadi prioritas pada kuota tahun berikutnya,” terangnya.
Ia menegaskan, jumlah jemaah yang berangkat tahun ini sudah final dan tidak akan bertambah.
“Pelunasan sudah ditutup, sehingga jumlah 70 jemaah ini sudah final dan siap diberangkatkan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan manasik, para peserta akan mendapatkan materi dari berbagai narasumber, di antaranya dari Kemenag, Kementerian Haji dan Umrah, para ketua KBIHU, tenaga kesehatan, BPJS Kesehatan, serta tokoh ulama bersertifikat pembimbing haji.
Selain bimbingan ibadah, rangkaian kegiatan manasik juga mencakup persiapan vaksinasi meningitis, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Vaksinasi dan layanan kesehatan akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Kami upayakan agar pelayanan ini memudahkan jemaah,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















