‎Forum RT&RW Santroni Kantor DPRD”Abdul Azis”Kami Menuntut Kejelasan Sikap Pemkot Terhadap Janji Politiknya‎

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI -Sebanyak 250 orang perwakilan dari RT dan RW se-Kota Sukabumi mendatangi gedung DPRD,terlihat masyarakat dari Forum RT dan RW se-kota Sukabumi tersebut melakukan orasi di depan gedung DPRD, kemudian masuk ke dalam ruangan untuk melakukan audiensi.Rabu 20-05-2025

‎Pidato itu meluncur tanpa teks. Mentah, keras, kadang melompat-lompat, tetapi justru di situlah letak kejujurannya. Ia tidak lahir dari ruang pendingin kekuasaan, melainkan dari rasa kecewa yang terlalu lama dipendam.

‎Di ruang audiensi DPRD Kota Sukabumi, suara Ketua RW 07 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu, Abdul Azis, terdengar lebih seperti alarm sosial daripada sekadar orasi demonstrasi.

‎“Kami ini garda terdepan penagihan SPPT PBB,” katanya di hadapan anggota dewan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi (20/5).

‎Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan ironi panjang tentang hubungan pemerintah dengan RT dan RW. Mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan warga, paling sering diminta membantu program pemerintah, tetapi merasa paling akhir diperhatikan ketika berbicara soal kesejahteraan.

‎Audiensi RT/RW tersebut sejatinya membawa empat tuntutan utama, yaitu mempertahankan Program P2RW, memastikan insentif tepat waktu, mengevaluasi dana kelurahan dan merealisasikan janji dana abadi Rp10 juta per RT.

‎Namun di balik empat poin administratif itu, sesungguhnya ada satu tuntutan yang lebih besar: kejelasan sikap pemerintah terhadap janji politiknya sendiri.

‎Dalam suasana yang beberapa kali memanas, massa sempat meneriakkan tuntutan agar wali kota dievaluasi. Bahkan Abdul Azis mengingatkan bahwa aksi tersebut hanyalah “percikan api kecil”.

‎“Kalau setelah Iduladha tidak ada jawaban, kami akan turun lebih besar. Ini bukan ancaman, tapi peringatan,” ujarnya.

‎Bahasa itu mungkin terdengar keras. Tetapi kemarahan sosial memang sering lahir bukan karena rakyat terlalu benci, melainkan karena mereka merasa terlalu lama diabaikan.

‎Ketua RW 07 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu Abdul Azis usai audiensi menegaskan bahwa RT dan RW sebenarnya tidak ingin berhadap-hadapan dengan pemerintah.

‎Menurutnya, para pengurus lingkungan hanya ingin dihargai sebagai bagian penting dari roda pemerintahan di tingkat bawah.

‎“Kami bukan musuh pemerintah. Kami ini membantu pemerintah setiap hari di lingkungan. Tapi jangan sampai kami hanya diingat saat ada kepentingan,” katanya.

‎Ia juga menyoroti kondisi RT dan RW yang selama ini sering menjadi tempat pertama masyarakat mengadu berbagai persoalan, mulai dari bantuan sosial, administrasi warga, hingga persoalan lingkungan.

‎“Kadang masyarakat tahunya semua urusan selesai di RT/RW. Tapi ketika kami bicara kesejahteraan atau janji yang dulu disampaikan, malah dianggap terlalu banyak menuntut,” ucapnya.

‎Meski pidatonya viral karena bernada keras, Abdul Azis mengaku tidak memiliki kepentingan politik pribadi. Ia menyebut apa yang dilakukan semata-mata bentuk kegelisahan sosial yang dirasakan para pengurus lingkungan.

‎“Kami hanya ingin pemerintah konsisten. Kalau memang tidak bisa, sampaikan terus terang kepada rakyat. Jangan sampai janji itu terus dipelihara tapi tidak ada kepastian,” katanya.

‎Di titik inilah audiensi RT/RW menjadi lebih dari sekadar forum penyampaian aspirasi. Ia berubah menjadi cermin tentang bagaimana relasi antara kekuasaan dan masyarakat kecil sedang diuji.

‎Sebab demokrasi lokal tidak hanya diukur dari kemenangan dalam pilkada. Demokrasi juga diukur dari keberanian menepati kata-kata setelah kemenangan itu diraih.


‎Rab Ripaldo

Baca Juga :  Gelar Unras Di Dinas Perkim Lpi Desak Kejagung Segera Periksa Kadis Dan Audit Anggaran 2022-2024.!!!

Berita Terkait

‎Ratusan Warga Cikadu Datangi Dinas PU, Tagih Janji Perbaikan Irigasi Citarik yang Mangkrak 17 Tahun
Aksi Dukungan MBG di DPRD Kota Sukabumi, Massa Soroti Manfaat dan Perlunya Evaluasi
Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG
Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka
Massa RT/RW Sukabumi Bertahan di DPRD, Desak Wali Kota Mundur
‎Ribuan RT/RW Demo di Sukabumi, Tuntut Kesejahteraan hingga Dana Abadi
‎Ratusan RT/RW Desak DPRD Turunkan Wali Kota Sukabumi dalam Audiensi Terbuka
SIMPUL Sukabumi Geruduk Kantor BAZNAS, Soroti Mangkraknya RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:30 WIB

‎Ratusan Warga Cikadu Datangi Dinas PU, Tagih Janji Perbaikan Irigasi Citarik yang Mangkrak 17 Tahun

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Dukungan MBG di DPRD Kota Sukabumi, Massa Soroti Manfaat dan Perlunya Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:07 WIB

Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:12 WIB

Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:34 WIB

Massa RT/RW Sukabumi Bertahan di DPRD, Desak Wali Kota Mundur

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:56 WIB

‎Ribuan RT/RW Demo di Sukabumi, Tuntut Kesejahteraan hingga Dana Abadi

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

‎Forum RT&RW Santroni Kantor DPRD”Abdul Azis”Kami Menuntut Kejelasan Sikap Pemkot Terhadap Janji Politiknya‎

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:06 WIB

‎Ratusan RT/RW Desak DPRD Turunkan Wali Kota Sukabumi dalam Audiensi Terbuka

Berita Terbaru