JABARINSIDE.COM | Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, merealisasikan pembangunan rabat beton jalan lingkungan di RW 10 Dusun Kebon Jeruk melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Pembangunan tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (27/7/2026).
Pembangunan rabat beton ini menjadi salah satu prioritas penggunaan Dana Desa untuk meningkatkan kualitas infrastruktur permukiman sekaligus memperlancar akses mobilitas masyarakat.
Kepala Desa Sukamulya, Dudun Ibrahim, melalui Kasi Kesejahteraan, Ukon Jajuli, mengatakan pembangunan jalan lingkungan tersebut menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp115.600.000 dengan volume pekerjaan sepanjang 509 meter. Lebar jalan bervariasi, yakni 1,2 meter, 2,2 meter, hingga 2,5 meter, menyesuaikan kondisi lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa Sukamulya saat ini sedang melaksanakan pembangunan rabat beton jalan lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk. Sebelum pelaksanaan, kami telah melakukan sosialisasi kepada para tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, dan para pemuda. Alhamdulillah, pembangunan ini disambut baik oleh masyarakat,” ujar Ukon.
Ia menjelaskan, tingginya partisipasi masyarakat terlihat selama proses pembangunan berlangsung. Warga bergotong royong membantu pekerjaan dan memberikan dukungan berupa makanan serta minuman kepada para pekerja.
Menurutnya, masyarakat juga memahami kondisi anggaran desa yang mengalami keterbatasan. Karena itu, pemerintah desa memprioritaskan pembangunan pada titik-titik yang dinilai paling mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Melalui pembangunan rabat beton ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas masyarakat, mengurangi potensi kecelakaan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di lingkungan RW 10,” katanya.
Pembangunan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala dusun, Ketua RW, Ketua RT, Ketua LPM, hingga masyarakat setempat.
Ukon berharap semangat gotong royong tetap terjaga dalam setiap pembangunan desa. Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, musyawarah dan kebersamaan masyarakat menjadi modal utama agar pembangunan tetap berjalan dan hasilnya dapat dirasakan bersama.
“Setelah jalan ini selesai dibangun, kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawatnya sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.















