JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Rabu malam (22/10/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, menyebabkan satu rumah warga di Kampung Nyenang RT 03/01, Desa Kalaparea, ambruk rata dengan tanah.
Rumah semi permanen milik Jajan (77) itu roboh setelah diguyur hujan berintensitas tinggi selama berjam-jam. Saat kejadian, sang pemilik sedang tertidur lelap. Ia sempat tertimpa reruntuhan atap, namun selamat secara ajaib lantaran sebagian material tertahan oleh perabot rumah tangga.
“Warga langsung bergerak menolong begitu mendengar suara ambruk. Alhamdulillah, beliau hanya syok, tanpa luka,” ujar Miky, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, kepada Suluhnusantara.News, Kamis (23/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan warga, kondisi rumah korban memang sudah lapuk dan tak layak huni. Sejumlah tiang penyangga rapuh, sedangkan atapnya banyak bocor. Rumah tersebut sebenarnya sudah diajukan dalam program RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni), namun bantuan belum sempat turun.
Akibat peristiwa ini, satu kepala keluarga dengan satu jiwa kini mengungsi ke rumah anaknya yang masih satu kampung. Aparat desa, relawan URC PB, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat bergotong royong membersihkan puing dan melakukan pendataan awal.
Kepala Desa Kalaparea, Heri Kurniawan, menyebut kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh warga agar lebih peduli terhadap kondisi rumah di sekitarnya.
“Rumah Pak Jajan ini dari luar tampak masih kokoh, padahal strukturnya sudah lapuk. Kami akan berupaya mempercepat pengusulan bantuan agar tidak ada lagi rumah warga roboh karena faktor usia bangunan,” jelas Heri.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, BAZNAS, Dinas Sosial, dan Phalamarta untuk mengupayakan bantuan darurat bagi korban.
Sementara itu, Miky dari P2BK Nagrak merekomendasikan agar segera dibuat berita acara kejadian sebagai dasar pengajuan bantuan material bangunan dan kebutuhan pokok bagi korban terdampak.
“Cuaca di Sukabumi masih cukup ekstrem. Kami mengimbau warga, terutama yang rumahnya di lereng atau sudah rapuh, agar waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda bangunan melemah,” ujarnya.
Meski bencana datang tiba-tiba, semangat gotong royong warga Kalaparea tetap menguat. Mereka bahu-membahu menolong tetangganya, membuktikan bahwa di tengah ujian alam, kepedulian sosial masyarakat Sukabumi tak pernah pudar.















