JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan Touring Ngabumi Session 4, yang akan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 25–26 Oktober 2025. Kegiatan mengusung tema, “Sing Nyaah Ka Sukabumi, Gerak Nyaah Ka Rahayat” ini akan diikuti hampir 2.000 peserta dengan titik start dari Kantor Benglat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, Touring Ngabumi bukan sekadar perjalanan wisata motor, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dan refleksi bersama di lapangan.
“Touring Ngabumi ini bukan sekadar jalan-jalan atau memotoran. Ini adalah bentuk hijrah, perjalanan batin dan sosial kita untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan, seperti kisah Sayyidina Umar yang turun langsung menyaksikan keadaan rakyatnya,” ujar Ali Iskandar.
Rangkaian kegiatan dimulai dari Benglat, dilanjutkan ke Pengleseran untuk peresmian ruas jalan Cibatu–Parakan 5 yang kini sebagian besar sudah mulus. Peserta kemudian menuju Bojong Lopang, lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Bojong Lopang, yang kini sudah berfungsi dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Di Bojong Lopang, akan digelar berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, santunan, layanan kesehatan gratis, serta khitanan massal. Rombongan kemudian bergerak menuju Lengkong, untuk menghadiri kegiatan di Masjid Birul Walidain, sekaligus menyaksikan peletakan batu pertama Koperasi Merah Putih, pasar rakyat, dan pasar desa yang menjadi simbol penguatan ekonomi lokal.
Perjalanan dilanjutkan ke Ciparai, dengan agenda serupa seperti peresmian SPAM, BUMDes, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Etape berikutnya menuju Surade, tepatnya di Lapang Wodaya, di mana peserta akan mengunjungi Curug Prusadar dan Curug Lukur—dua destinasi wisata yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
Puncak kegiatan akan berlangsung di Pantai Ujung Genteng, dengan agenda silaturahmi bersama warga, hiburan rakyat, serta senam bersama dan aksi bersih-bersih pantai pada Minggu pagi.
Ali Iskandar menegaskan bahwa Touring Ngabumi adalah bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat peran sektor pariwisata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak hanya mengurus aset wisata besar seperti Curug Sodong, Minajaya, atau Muara Cikaso, tapi juga mendorong seluruh potensi wisata desa agar mampu menciptakan iklim pariwisata yang produktif,” jelasnya.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sukabumi, lanjut Ali, akan terjadi perputaran ekonomi lokal yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menambah pendapatan asli daerah dari sektor retribusi dan pajak wisata.
“Ketika orang datang, mereka berbelanja, menikmati kuliner, dan menginap. Dari situ uang berputar, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.















