JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Fasilitas belajar di SMP Negeri 3 Cikembar Kabupaten Sukabumi dinilai masih belum memadai, terutama terkait jumlah toilet dan kondisi ruang kelas. Dengan total 573 siswa, sekolah ini hanya memiliki 6 toilet, terdiri dari 3 untuk siswa laki-laki dan 3 untuk siswa perempuan. Kondisi tersebut dinilai jauh dari standar kebutuhan ideal.
Kepala SMPN 3 Cikembar, Dra. Kiah Samsiah, M.Pd, mengatakan bahwa idealnya perbandingan toilet sekolah adalah 1 toilet untuk 20 siswa. Dengan jumlah siswa perempuan mencapai 321 orang, sekolah seharusnya memiliki lebih banyak fasilitas sanitasi untuk memenuhi standar kenyamanan dan kesehatan.
”Untuk toilet itu kan perbandingannya satu toilet untuk 20 siswi. Dengan jumlah perempuan 321, tentu kebutuhan toilet seharusnya lebih banyak,” ujar Kiah.
Selain keterbatasan fasilitas toilet, kondisi ruang belajar pun masih membutuhkan perhatian. Satu ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, sementara laboratorium IPA juga dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat digunakan maksimal untuk kegiatan praktikum.
“Kelas yang fatal itu satu ruang dan lab IPA juga mengalami kerusakan. Kami sudah memaksimalkan ruangan yang ada agar kegiatan belajar tetap berjalan,” tambahnya.
Menurut Kiah, pihak sekolah telah mengajukan kebutuhan perbaikan dan pembangunan sarana melalui beberapa jalur, mulai dari sistem Dapodik, komunikasi dengan Dinas Pendidikan, hingga permohonan ke perusahaan melalui program bantuan sosial. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang terealisasi.
“Kami sudah input di Dapodik, komunikasi ke Dinas Pendidikan, bahkan mengajukan ke perusahaan. Namun untuk saat ini masih menunggu keputusan karena sistemnya online dan terjadwal,” jelasnya Rabu (19-11-2025)
Keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan sekolah untuk menambah pembangunan ruang kelas. Jika penambahan ruang dilakukan, kemungkinan besar harus dengan sistem bertingkat.
“Kalau untuk ruang kelas, karena lahan tidak ada, kemungkinan harus dibangun bertingkat,” kata Kiah.
Untuk kebutuhan toilet, menurutnya masih memungkinkan ada tambahan 3 hingga 4 unit di area bawah sekolah.
Di tengah keterbatasan fasilitas, kegiatan belajar mengajar masih berjalan normal. Namun Kiah berharap adanya percepatan bantuan agar siswa dapat belajar lebih nyaman sesuai standar sarana pendidikan.
“Harapannya ruang kelas bisa segera diperbaiki, begitu juga bantuan toilet agar anak-anak lebih nyaman dalam belajar,” tutupnya.















