Anak Buah Prabowo Suarakan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta di DPR

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM, Jakarta | Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Lale Syifaun Nufus, mendesak Kementrian Agama agar lebih berpihak kepada guru madrasah swasta yang selama ini masih tertinggal dalam hal kesejahteraan dan pengakuan status kerja.

Legislator muda Partai Gerindra tersebut menilai perlakuan terhadap guru madrasah swasta belum sebanding dengan panjangnya masa pengabdian mereka.

Menurut Lale, guru madrasah swasta yang sudah memiliki sertifikat pendidik dan inpassing seharusnya bisa langsung diangkat menjadi PPPK tanpa tes, terutama bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas, dengan prioritas utama guru berusia di atas 50 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, kebijakan pengangkatan PPPK lebih banyak menyasar guru honorer di madrasah negeri.

Baca Juga :  Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, S.IP, Mengahdari Grand Opening Ratu Fresh Mart dan Launching SPPG Palabuhanratu 2 dan 3

“Guru madrasah swasta punya masa pengabdian panjang. Mereka layak diangkat PPPK tanpa tes dan tetap ditempatkan di satuan kerja asal,” ujar Lale Syifa, Kamis (20/11/2025).

kader dari Partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto ini juga menyoroti banyaknya guru madrasah swasta yang telah memenuhi syarat sertifikasi namun belum dipanggil atau dinyatakan lulus. Ia meminta Kementerian Agama mempercepat proses tersebut.

“Pemanggilan dan kelulusan sertifikasi harus dipercepat. Semakin cepat sertifikasi turun, semakin besar motivasi kerja guru,” tegasnya.

Selain persoalan status kepegawaian, Lale mengungkapkan kondisi kesejahteraan guru madrasah swasta masih sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang belum tersertifikasi hanya menerima gaji sekitar Rp 250 ribu per bulan — angka yang jauh dari layak. Ia mendesak Kemenag menambah kuota penerima insentif guru honorer non-sertifikasi serta meningkatkan alokasi dana BOS untuk honor sesuai juknis 2025 yang memperbolehkan 60 persen dana digunakan untuk gaji.

Baca Juga :  Prabowo Cek Langsung Aceh Tamiang: Mohon Maaf Jika Masih Ada Kekurangan, Pemerintah Terus Bekerja

Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan motivasi guru, tetapi juga memperkuat operasional madrasah yang selama ini banyak bergantung pada swadaya.

Dalam rapat tersebut, Lale juga menyinggung persoalan teknis yang menghambat kinerja administrasi madrasah. Penerapan prinsip linieritas yang terlalu ketat pada PAUD/RA dinilai sering menghambat pencairan sertifikasi, padahal karakteristik pembelajaran di jenjang tersebut bersifat tematik dan holistik.

Baca Juga :  Beda dari Anies, Megawati Tegaskan Pekik Merdeka dengan Tangan Mengepal

Selain itu, operator madrasah sering berhadapan dengan gangguan sistem digital seperti EMIS, SIMPATIKA, BOS Online, dan layanan sinkronisasi data lainnya.

“Akses sering error, gagal login, dan server down. Ini menghambat pelaporan dan realisasi program,” ujar Lale Syifa.

Karena itu, Srikandi Gerindra tersebut mendorong Kemenag untuk meningkatkan kapasitas server pusat, memperkuat keamanan data, serta membangun infrastruktur cloud yang lebih stabil agar digitalisasi pendidikan madrasah benar-benar berjalan efektif.

Lale menegaskan bahwa perbaikan teknologi pendukung dan kebijakan yang pro-guru merupakan langkah penting dalam modernisasi madrasah swasta.

“Jika kesejahteraan guru meningkat dan fasilitas diperbaiki, madrasah swasta akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia Soroti Keracunan Massal Akibat Tahu Berjamur Dari Hidangan Menu MBG
Ketua Lembaga Aliansi Indonesia”Ruswandi Soroti Maraknya Pengiriman PMI Ilegal Ke Timur Tengah
Nenek Penolak Tambang Ilegal Dianiaya Brutal dan Dibuang, Dikira Tewas
Pemerintah Kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 2.600 Hunian Tetap Pascabencana di Sumatera
Haru TNI Awak Heli Pengantar Logistik saat Diberi Sepikul Durian dari Warga Terisolasi Gayo Lues
Nataru, Pemerintah Imbau Warga Pantau Peringatan Cuaca dari BMKG
Prabowo: Di Tengah Perayaan Natal, Bangsa Indonesia Tak Lupakan Saudara Terdampak Bencana
Prabowo: Natal adalah Momentum Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:19 WIB

Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia Soroti Keracunan Massal Akibat Tahu Berjamur Dari Hidangan Menu MBG

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:49 WIB

Ketua Lembaga Aliansi Indonesia”Ruswandi Soroti Maraknya Pengiriman PMI Ilegal Ke Timur Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:00 WIB

Nenek Penolak Tambang Ilegal Dianiaya Brutal dan Dibuang, Dikira Tewas

Sabtu, 27 Desember 2025 - 07:16 WIB

Pemerintah Kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 2.600 Hunian Tetap Pascabencana di Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 07:14 WIB

Haru TNI Awak Heli Pengantar Logistik saat Diberi Sepikul Durian dari Warga Terisolasi Gayo Lues

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:01 WIB

Nataru, Pemerintah Imbau Warga Pantau Peringatan Cuaca dari BMKG

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:58 WIB

Prabowo: Di Tengah Perayaan Natal, Bangsa Indonesia Tak Lupakan Saudara Terdampak Bencana

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:56 WIB

Prabowo: Natal adalah Momentum Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Berita Terbaru