Nenek Penolak Tambang Ilegal Dianiaya Brutal dan Dibuang, Dikira Tewas

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINISDE.COM | Pasaman Timur — Peristiwa memilukan menimpa seorang nenek renta bernama Saudah (67) di wilayah Rao, Pasaman Timur. Ia menjadi korban penganiayaan brutal setelah menolak aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di atas lahan miliknya sendiri.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2026. Awalnya, Nenek Saudah mendatangi para penambang dan meminta agar aktivitas penggalian dihentikan. Permintaan tersebut sempat dipenuhi dan kegiatan tambang berhenti sementara. Namun, setelah waktu Magrib, para penambang kembali memasuki lahan tersebut dan melanjutkan aktivitasnya.

Baca Juga :  Dukung Program Asta Cita Presiden RI, Polres Sukabumi Kota Ringkus Muda-Mudi yang Promosikan Judi Online


Merasa haknya kembali dilanggar, Nenek Saudah nekat berjalan seorang diri menuju lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Ia hanya berbekal sebuah senter. Namun nahas, di tengah perjalanan, korban diduga diserang oleh sejumlah orang. Ia dilempari batu dan dipukuli hingga tidak berdaya.


Dalam kondisi setengah sadar, korban sempat mendengar para pelaku menyebut dirinya telah meninggal dunia. Setelah itu, tubuh Nenek Saudah dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00 WIB.


Keajaiban terjadi beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 01.00 WIB, Nenek Saudah tersadar dan berusaha pulang dengan kondisi tubuh tertatih dan penuh luka. Namun setibanya di depan rumah, ia kembali pingsan. Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut segera melarikannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Pengamat Ekonomi UI: Transisi Mulus Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Jamin Stabilitas Ekonomi Nasional


Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut serta menindak tegas praktik tambang emas ilegal yang meresahkan dan mengancam keselamatan warga.


Kasus ini menjadi sorotan publik dan memantik keprihatinan luas, khususnya terkait perlindungan terhadap warga lanjut usia serta penegakan hukum atas aktivitas pertambangan ilegal.
Sumber:

Berita Terkait

Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi
36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan
‎Polisi Ungkap 25 Paket Sabu di Bengkel Cisaat, Pria 29 Tahun Diamankan‎
PPPK Kementerian PU di Bandung Ditangkap, Diduga Budidayakan Ganja di Rumah
‎Minta Rp6 Juta, Dua Orang yang Mengaku LSM Diamankan Polisi di Citepus
Polres Sukabumi Amankan 61 Motor dari Enam Kelompok Pelaku Pencurian
Institusi Pemerintahan Di Lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Tercoreng Ulah Oknum Pejabat Yang Diduga Melakun Pelecehan
‎ASN Dishub Sukabumi Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Pelajar Masuk Penyidikan
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:46 WIB

Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 13:23 WIB

36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan

Selasa, 22 September 2026 - 12:27 WIB

‎Polisi Ungkap 25 Paket Sabu di Bengkel Cisaat, Pria 29 Tahun Diamankan‎

Sabtu, 19 September 2026 - 13:22 WIB

PPPK Kementerian PU di Bandung Ditangkap, Diduga Budidayakan Ganja di Rumah

Sabtu, 19 September 2026 - 13:05 WIB

‎Minta Rp6 Juta, Dua Orang yang Mengaku LSM Diamankan Polisi di Citepus

Jumat, 18 September 2026 - 16:55 WIB

Polres Sukabumi Amankan 61 Motor dari Enam Kelompok Pelaku Pencurian

Jumat, 18 September 2026 - 05:54 WIB

Institusi Pemerintahan Di Lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Tercoreng Ulah Oknum Pejabat Yang Diduga Melakun Pelecehan

Kamis, 17 September 2026 - 08:41 WIB

‎ASN Dishub Sukabumi Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Pelajar Masuk Penyidikan

Berita Terbaru