JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar terus aktif mendampingi pelaksanaan Program Serap Gabah Petani (SGP) di wilayah Kecamatan Cikembar. Program ini merupakan kebijakan pemerintah melalui Perum Bulog yang bertujuan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, khususnya saat masa panen raya agar harga tidak turun terlalu rendah.
Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Muhammad Ali, mengatakan bahwa pendampingan dilakukan bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berada di setiap desa. Hingga pekan ini, program serap gabah telah dilaksanakan di dua titik di Desa Bojong, yakni di Poktan Anugrah dan Poktan Kopojaya.
“Alhamdulillah setelah kita melakukan sosialisasi, petani mulai tertarik ikut program serap gabah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah yaitu Rp 6.500 per kilogram. Ini menjadi semangat baru bagi petani,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Dari hasil pelaksanaan SGP, Poktan Anugrah menerima nilai serap sebesar Rp 1.160.000, sementara Poktan Kopojaya mencapai Rp 1.660.000.
Menurutnya, antusiasme petani cukup baik, terutama bagi mereka yang memiliki produksi gabah lebih dari kebutuhan konsumsi harian.
Muhammad Ali menyebutkan bahwa kondisi pertanian di Kecamatan Cikembar saat ini tengah bergerak positif. Pada November lalu, sejumlah wilayah telah memasuki masa panen, dan diperkirakan pada Januari 2026 mendatang sekitar 500 hektare lahan akan memasuki masa tanam (LTT).
“Insya Allah sekitar 500 hektare lebih akan kita kawal, mudah-mudahan hasil produksinya semakin meningkat,” katanya.
Meski berjalan baik, masih ada petani yang belum sepenuhnya mengikuti program ini. Beberapa di antaranya sudah menjual gabah ke tengkulak karena terikat pinjaman atau belum mengetahui informasi SGP.
“Ada petani yang sudah terlanjur menjual gabah ke tengkulak karena pinjaman modal. Selain itu masih ada yang belum tersosialisasi dengan baik,” jelasnya.
Untuk itu, BPP bersama Babinsa terus melakukan sosialisasi agar lebih banyak petani yang memanfaatkan program ini.
“Kami berharap petani bisa menjual gabah ke Bulog melalui BPP sebagai fasilitator. Pembayarannya bisa secara tunai ataupun transfer, sehingga lebih aman dan menguntungkan,” tutup Muhammad Ali.
Program SGP diharapkan mampu menjaga kestabilan harga gabah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya Kecamatan Cikembar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















