JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) melaporkan sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi, Senin (15/12/2025) pagi.

Laporan harian yang disampaikan pada pukul 08.00 WIB tersebut mencatat sedikitnya lima kejadian bencana, mulai dari longsor, jembatan ambruk, jalan amblas, hingga banjir bandang yang berdampak pada infrastruktur dan sektor pertanian.

Kejadian pertama terjadi di Kampung Lio Cilandak RT 05/01, Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, di mana longsor menutup akses jalan kabupaten di KM 2,5 dengan panjang material longsoran sekitar 25 meter, tinggi 2 meter, dan lebar 8 meter.
Selanjutnya, longsor juga dilaporkan terjadi di Kampung Cigadog RT 02/07, Desa Bantarkalong, yang menutup jalan kabupaten di samping Jembatan Cimandiri Leuwi Lalay. Sementara itu, Jembatan Cikolomeran yang menghubungkan Desa Hegarmanah dan Bantarkalong dilaporkan ambruk, mengakibatkan terputusnya akses antarwilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bencana lainnya berupa jalan desa amblas setinggi sekitar satu meter terjadi di Kampung Bojonghaur, serta banjir bandang di Desa Mekarjaya yang menghancurkan fasilitas pertanian dengan luasan terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan, kondisi cuaca saat ini terpantau berawan, dengan suhu udara 24 derajat Celsius, arah angin dari barat dengan kecepatan 6,9 km/jam, serta kelembapan udara mencapai 86 persen. Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat peringatan dini khusus dari BMKG untuk wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dalam upaya penanganan dan mitigasi, Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah melalui WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, serta pemantauan radio Ratel I pada frekuensi 164.365 yang terhubung dengan Perbawati. Selain itu, pengamatan titik rawan bencana dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB, serta pemantauan informasi cuaca dan kegempaan dari BMKG.
Petugas piket Pusdalops yang bertugas terdiri dari Unit Data dan Informasi serta Unit Reaksi Cepat (URC) dengan dukungan peralatan berupa satu unit kendaraan roda empat, satu unit chainsaw, dan satu unit pompa air.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian darurat di lingkungan masing-masing.















