JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tahun 2025 terus berjalan secara bertahap di seluruh desa. Hingga saat ini, progres pembangunan di 10 desa di wilayah Kecamatan Cikembar menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.
Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Kecamatan Cikembar, Yanti Pusniawati, menyampaikan bahwa sebagian besar pembangunan Rutilahu telah mencapai 90 hingga 100 persen. Beberapa unit rumah bahkan sudah selesai sepenuhnya, sementara sisanya tinggal dalam tahap penyelesaian akhir atau finishing.

“Progresnya sudah banyak yang 100 persen, tapi lebih banyak di angka 90 persen. Tinggal tahap finishing saja, seperti pengecatan dan perapihan,” ujar Yanti kepada Jabarinside.com, Kamis (25/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yanti menjelaskan, keberhasilan program ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang cukup tinggi. Sebelum pelaksanaan pembangunan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi dengan kepala desa, kepala dusun, RT, RW, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat baik, terutama saat proses pembongkaran rumah. Karena pembongkaran itu membutuhkan banyak tenaga, warga bergotong royong tanpa dibayar,” jelasnya.
Selain tenaga, masyarakat juga ikut berkontribusi dalam bentuk bantuan material bangunan. Yanti mencontohkan, di beberapa desa seperti Kertaharja, terdapat warga yang menyumbangkan semen dan bahan bangunan lainnya untuk mendukung pembangunan Rutilahu.
“Kalau rumahnya berada di lokasi yang sulit dijangkau, masyarakat juga membantu mengangkut material seperti pasir dan bahan bangunan lainnya. Di situ terlihat nilai gotong royong yang masih sangat kuat,” tambahnya.
Meski progres pembangunan dinilai berjalan baik, Yanti mengungkapkan bahwa jumlah bantuan Rutilahu masih terbatas. Ia berharap ke depan kuota program ini dapat ditambah, mengingat masih banyak rumah tidak layak huni di Kecamatan Cikembar.
“Tahun kemarin satu unit per desa, tahun ini alhamdulillah dua unit. Harapannya ke depan bisa ditambah jadi tiga, empat, bahkan lima unit per desa, atau maksimal sampai sepuluh unit,” harapnya.
Menurut Yanti, peningkatan kuota Rutilahu sangat penting, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana yang dapat memperparah kondisi rumah warga.
“Kadang rumah yang awalnya masih layak, karena hujan terus-menerus dan bencana, kondisinya jadi semakin rusak.
Mudah-mudahan dengan penambahan kuota, jumlah rumah tidak layak huni di Cikembar bisa terus berkurang,” pungkasnya.















