JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Perjuangan warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir satu tahun menunggu kepastian, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak resmi dimulai.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Asri Mulyawati, S.Pd., menegaskan bahwa realisasi pembangunan huntap tersebut tidak terlepas dari proses pengawalan aspirasi warga yang terus disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Sejak awal, warga hanya berharap ada kehadiran pemerintah dan kepastian tempat tinggal yang layak. Alhamdulillah, hari ini harapan itu mulai terwujud,” ujar Asri saat ditemui awak media di lokasi peletakan batu pertama, Kampung Pangantrongan RT 018 RW 004, Desa Panumbangan, Senin (29/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asri menyampaikan, pascabencana tanah bergerak, sebagian warga terpaksa bertahan di rumah yang sudah rusak, bahkan ada yang tinggal sementara di musala dan tempat penampungan darurat. Kondisi tersebut menjadi dasar kuat bagi DPRD untuk terus mendorong percepatan penanganan.
“Di awal kejadian, kondisi warga sangat memprihatinkan. Banyak yang sakit karena tinggal di tempat darurat. Itu yang terus kami suarakan agar segera ada solusi permanen,” katanya.
Menurutnya, pembangunan huntap yang direalisasikan melalui Program CSR PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk Cabang Palabuhanratu merupakan bentuk sinergi nyata antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain pembangunan rumah, Asri juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan menuju kawasan huntap. Meski menghadapi keterbatasan regulasi dan anggaran, ia memastikan DPRD tetap mengawal upaya perbaikan secara bertahap.
“Kita dihadapkan pada aturan nasional dan berkurangnya dana transfer daerah. Tapi kami akan tetap mendorong pembangunan melalui skema prioritas, termasuk jalan usaha tani dan akses kabupaten,” jelasnya.
Asri berharap, dengan dimulainya pembangunan huntap ini, kualitas hidup warga terdampak dapat kembali pulih. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan hunian yang dibangun secara optimal.
“Semoga tidak ada lagi bencana serupa, dan rumah yang dibangun ini benar-benar menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi warga Panumbangan,” pungkasnya.















