Santri Tewas Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren di Sukabumi, Diduga Akibat Kepanikan

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Insiden tragis terjadi di sebuah pondok pesantren di wilayah Sukabumi, Sabtu (19/4/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang santri berinisial A (13), yang diketahui merupakan pelajar kelas 7 SMP Al-Kholilyah Mubarokah, meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua bangunan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Kampung Cikadu, Desa Sukatani.

Peristiwa nahas tersebut diduga terjadi akibat kepanikan korban bersama sejumlah rekannya saat berada di dalam kamar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu korban berada bersama empat santri lainnya ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Ustad Jamiludin, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, para santri diduga tengah melakukan pelanggaran dengan merokok di dalam kamar. Ketika pintu diketuk, mereka mengira akan ada pemeriksaan mendadak dari pihak pesantren.

“Anak-anak itu panik karena mengira saya yang datang. Padahal saat itu saya sedang menerima tamu. Korban diduga langsung melompat dari jendela lantai dua dengan ketinggian kurang lebih empat meter,” jelasnya.

Dalam situasi tersebut, satu santri lain berinisial L juga ikut melompat dan mengalami luka di bagian tangan. Sementara dua santri lainnya memilih tetap berada di dalam kamar.

Baca Juga :  ‎Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Apresiasi Turnamen Sepak Bola di Lapangan Ampera Cigombong Warungkiara

Pihak pesantren baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari santri lain. Korban sempat dievakuasi, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Setelah kami cek, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” tambah Ustad Jamiludin.

Sementara itu, Kepala SMP Al-Kholilyah Mubarokah, H. Dedi Wahyudi, membenarkan bahwa korban merupakan siswanya. Ia menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang tidak terduga tersebut.

“Kami sangat berduka. Ini menjadi musibah besar bagi kami dan keluarga korban,” ujarnya.

Diketahui, para santri tersebut sebelumnya keluar dari lingkungan sekolah untuk keperluan potong rambut di sekitar kawasan pesantren.

Jenazah korban sempat disalatkan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti keluarga dan lingkungan pesantren.

Baca Juga :  Polairud Polres Sukabumi Berhasil Selamatkan Wisatawan Tenggelam di Citepus

Pihak sekolah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pengawasan terhadap para siswa, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Di sisi lain, aparat kepolisian bersama tenaga medis dan perangkat desa setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait pentingnya pengawasan dan pendekatan pembinaan yang lebih baik di lingkungan pendidikan, demi menjaga keselamatan serta kondisi psikologis para peserta didik.

Berita Terkait

‎Forkopimcam Cikembar Matangkan Persiapan MTQ ke-47 Tingkat Kabupaten Sukabumi‎
Sinergi Lintas Sektor, Perbaikan Jembatan Kamandoran Cibadak Dikawal Ketat
‎Banjir Putuskan Jembatan Linggamanik, Akses Warga Jampangtengah Terganggu‎
‎BPP Cikembar Salurkan Benih Padi Unggul Inpari 32 untuk 19 Kelompok Tani, Targetkan Produktivitas Meningkat‎
Mantan ASN Kementan Ngadu ke Presiden, Klaim Jadi Korban Kriminalisasi dan Teror Selama 24 Tahun
HUT ke-17 PAUD SPS BKB-SC Mochammad Toha Berlangsung Meriah, Tampilkan Kreasi Anak dan Dukungan Masyarakat
ARWT DPC Kabupaten Cianjur Tegaskan Sinergitas, Siap Dukung Program Bupati Demi Kesejahteraan RT/RW
‎Kasus Kematian Nizam Syafei Berbalik Arah: Ayah Korban Jadi Tersangka, Praperadilan Jadi Penentu‎
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:49 WIB

‎Forkopimcam Cikembar Matangkan Persiapan MTQ ke-47 Tingkat Kabupaten Sukabumi‎

Senin, 20 April 2026 - 17:09 WIB

Sinergi Lintas Sektor, Perbaikan Jembatan Kamandoran Cibadak Dikawal Ketat

Senin, 20 April 2026 - 15:39 WIB

‎Banjir Putuskan Jembatan Linggamanik, Akses Warga Jampangtengah Terganggu‎

Senin, 20 April 2026 - 14:15 WIB

‎BPP Cikembar Salurkan Benih Padi Unggul Inpari 32 untuk 19 Kelompok Tani, Targetkan Produktivitas Meningkat‎

Senin, 20 April 2026 - 09:06 WIB

Mantan ASN Kementan Ngadu ke Presiden, Klaim Jadi Korban Kriminalisasi dan Teror Selama 24 Tahun

Minggu, 19 April 2026 - 15:01 WIB

HUT ke-17 PAUD SPS BKB-SC Mochammad Toha Berlangsung Meriah, Tampilkan Kreasi Anak dan Dukungan Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:57 WIB

ARWT DPC Kabupaten Cianjur Tegaskan Sinergitas, Siap Dukung Program Bupati Demi Kesejahteraan RT/RW

Minggu, 19 April 2026 - 06:17 WIB

‎Kasus Kematian Nizam Syafei Berbalik Arah: Ayah Korban Jadi Tersangka, Praperadilan Jadi Penentu‎

Berita Terbaru