JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan produktivitas petani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar menyalurkan bantuan benih padi unggul kepada sejumlah kelompok tani di wilayah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/4/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang bertujuan menjamin ketersediaan sarana produksi bagi petani pada musim tanam saat ini.
Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Muhammad Ali, menjelaskan bahwa bantuan yang didistribusikan didominasi oleh benih padi varietas Inpari 32.
“Hari ini kita telah mendistribusikan benih kepada 19 kelompok tani. Sebagian besar menggunakan varietas Inpari 32, sementara dua kelompok tani mendapatkan varietas Pajajaran,” ujarnya.
Menurutnya, pemilihan Inpari 32 bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan di lapangan, varietas tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi produktivitas.

“Inpari 32 terbukti cukup bagus, dengan hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan varietas Pajajaran,” tambahnya.
Secara keseluruhan, bantuan benih tersebut mencakup lahan seluas sekitar 385 hektare, dengan total distribusi mencapai lebih dari 9 ton. Muhammad Ali memastikan seluruh kelompok tani telah menerima bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini semua bantuan sudah tersalurkan. Ke depan, kami akan terus mengawal dan mendampingi petani agar hasil produksinya maksimal,” katanya.
Selain itu, pihak BPP juga akan tetap menjalankan program serapan gabah (sergab) sesuai ketentuan pemerintah, termasuk pendampingan dalam penjualan hasil panen ke Bulog.
“Program sergab di Kecamatan Cikembar berjalan cukup baik. Antusiasme petani untuk menjual hasil panen ke Bulog juga cukup tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, varietas Inpari 32 sangat cocok dikembangkan di wilayah Cikembar. Dengan pengelolaan yang baik serta ketersediaan air dan unsur hara yang memadai, produktivitas padi bahkan bisa mencapai 8 ton per hektare atau lebih.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama serangan hama tikus yang masih menjadi ancaman utama di lahan pertanian.
“Untuk tingkat kerawanan relatif rendah, namun hama tikus masih perlu diwaspadai. Kami akan terus memantau dan mendampingi petani di lapangan,” ungkapnya.
Muhammad Ali berharap, melalui bantuan dan pendampingan ini, kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan naiknya hasil produksi.
“Harapan kami tentu petani semakin sejahtera. Kesuksesan petani adalah kebahagiaan bagi kami sebagai penyuluh,” pungkasnya.















