Tiga Pekan Menanti Kepulangan Jenazah Istri Korban TPPO dari Arab Saudi, Pengemudi Ojol Asal Sukabumi Tak Mampu Tebus Biaya Pemulangan

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Tiga pekan telah berlalu sejak kabar duka datang dari Jeddah, Arab Saudi. Namun hingga kini, Erwin Susman (43), seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Kota Sukabumi, masih belum mampu memulangkan jenazah sang istri tercinta, almarhumah Evi Mentari (37), yang meninggal dunia di Jeddah dan diduga merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Penantian panjang itu bukan hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga terbentur biaya pemulangan jenazah yang diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta. Nominal tersebut jauh di luar kemampuan Erwin yang mengandalkan penghasilan harian sebagai pengemudi ojol.

Setiap hari, Erwin bersama ketiga anaknya terus memanjatkan doa agar jenazah Evi dapat segera dipulangkan ke Tanah Air. Baginya, kepulangan sang istri menjadi kesempatan terakhir bagi keluarga untuk memberikan penghormatan dan mengantarkan kepergiannya dengan layak.

“Saya dan ketiga anak kami sangat ingin melihat untuk terakhir kalinya wajah almarhumah. Hati kami teriris setiap saat jika mengingat almarhumah. Apalagi anak kami yang bungsu, ia sering meminta ingin melihat wajah mamanya,” ujar Erwin kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Sejak menerima kabar meninggalnya sang istri, Erwin mengaku tidak lagi fokus bekerja. Selama tiga pekan terakhir, ia lebih banyak berupaya mencari bantuan agar jenazah istrinya bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

“Sudah tiga minggu saya tidak ngojol. Saya hanya berusaha mencari bantuan agar istri saya bisa pulang. Sampai sekarang belum ada titik terang, terutama soal biaya pemulangan jenazah,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, beban hidup keluarga pun semakin berat. Ketiga anak mereka, yakni M. Andira Pratama (19), M. Arga Prawira (14), dan Alkahfi Firdaus (8), untuk sementara tinggal bersama kakak ipar Erwin. Kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah, hingga uang jajan anak-anak kini banyak dibantu oleh keluarga besar.

“Anak-anak sekarang tinggal bersama uwaknya. Untuk sekolah dan kebutuhan sehari-hari juga banyak dibantu keluarga,” ungkap Erwin.

Kenangan selama 21 tahun membangun rumah tangga bersama almarhumah masih membekas dalam ingatan Erwin. Kini, keluarga yang tinggal di Jalan RA Kosasih, Gang Mahmud, RT 03/RW 05, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, hanya bisa berharap ada jalan agar jenazah Evi segera kembali ke kampung halamannya.

Baca Juga :  Polisi Jadi Korban, Polisi Jadi Pelaku, Hukum Tetap Jalan

Saat ini, Erwin mendapat pendampingan dari Forum Gerakan Sosial dan Budaya (FGSB) yang turut membantu mencarikan solusi. Bersama komunitas pengemudi ojol, FGSB berencana menggelar aksi penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas untuk membantu biaya pemulangan jenazah.

Baca Juga :  DPMD Sukabumi Dorong BUMDes Lebih Transparan, Tenjoayu Catat Omzet Ratusan Juta

Bagi Erwin, kepulangan sang istri bukan sekadar perjalanan pulang ke tanah kelahiran. Lebih dari itu, ia ingin memberikan kesempatan terakhir bagi dirinya dan ketiga anak mereka untuk mengucapkan selamat tinggal serta mengiringi kepergian orang yang mereka cintai dengan doa dan penghormatan yang layak.

Di tengah segala keterbatasan, Erwin masih menyimpan harapan sederhana. Ia berharap ada uluran tangan dari pemerintah, para dermawan, maupun masyarakat yang tergerak membantu, sehingga penantian panjang keluarganya dapat segera berakhir.

Berita Terkait

Ribuan ASN Kemenag Kabupaten Sukabumi Berangkat ke Monas Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT RI ke-81
Bupati Sukabumi Sambut Kapolres Baru, Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan
Revitalisasi SDN Cicohag Capai Babak Baru, Sekolah Targetkan Lingkungan Belajar Lebih Aman Dan Berkualitas
Program Revitalisasi”Deni Martiana”Fasilitas Menjadi Pondasi Utama Agar Mutu Pendidikan Dapat Terjaga Dengan Baik
Tongkat Estafet Kepemimpinan Polres Sukabumi Resmi Beralih, AKBP Benny Cahyadi Siap Lanjutkan Pengabdian untuk Masyarakat
Kemendagri Dorong Pemberdayaan Ormas di Sukabumi, Media Disebut Punya Peran Strategis Kawal Program Prioritas Nasional
Diduga Gizi Buruk, Balita Asal Bojongkembar Dirawat di RSUD Sekarwangi, Pemcam Buka Suara
39 Siswa SDN Bojongkoneng Diduga Alami Keracunan, Dinkes Sukabumi Lakukan Penyelidikan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Tiga Pekan Menanti Kepulangan Jenazah Istri Korban TPPO dari Arab Saudi, Pengemudi Ojol Asal Sukabumi Tak Mampu Tebus Biaya Pemulangan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Ribuan ASN Kemenag Kabupaten Sukabumi Berangkat ke Monas Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bupati Sukabumi Sambut Kapolres Baru, Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:27 WIB

Revitalisasi SDN Cicohag Capai Babak Baru, Sekolah Targetkan Lingkungan Belajar Lebih Aman Dan Berkualitas

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:52 WIB

Program Revitalisasi”Deni Martiana”Fasilitas Menjadi Pondasi Utama Agar Mutu Pendidikan Dapat Terjaga Dengan Baik

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:14 WIB

Tongkat Estafet Kepemimpinan Polres Sukabumi Resmi Beralih, AKBP Benny Cahyadi Siap Lanjutkan Pengabdian untuk Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:41 WIB

Kemendagri Dorong Pemberdayaan Ormas di Sukabumi, Media Disebut Punya Peran Strategis Kawal Program Prioritas Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:10 WIB

Diduga Gizi Buruk, Balita Asal Bojongkembar Dirawat di RSUD Sekarwangi, Pemcam Buka Suara

Berita Terbaru