JABARINSIDE.COM| SUKABUMI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Nurani Desa Warungkiara menetapkan program ketahanan pangan tahun 2025 dengan fokus pada pengembangan unit usaha penggemukan sapi potong. Langkah ini menjadi strategi baru untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Ketua BUMDes Karya Nurani, Yocky Prayogo, mengatakan bahwa program tersebut resmi diluncurkan pada Jumat, 21 November 2025. Pihaknya menargetkan hasil penggemukan sapi nantinya dapat dipasarkan menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Untuk program ketahanan pangan tahun 2025, kami fokus pada unit usaha penggemukan sapi potong. Insyaallah hasilnya dijual saat momentum Idul Adha,” ujar Yocky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, waktu ideal penggemukan sapi potong berkisar tujuh bulan hingga siap jual. Pada tahap awal, BUMDes telah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp 272.400.000 dari anggaran tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan dan pengelolaan 15 ekor sapi potong.
Tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah desa, BUMDes juga menggandeng pihak swasta berbadan hukum PT perseorangan. Kerja sama tersebut menerapkan sistem bagi hasil dengan skema 50:50 persen.
“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan pendapatan desa,” tambah Yocky.
Dengan hadirnya program ini, BUMDes Karya Nurani berharap mampu memperkuat sektor ketahanan pangan, membuka peluang usaha baru, serta menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan.















