JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Cibadak menggelar rapat koordinasi Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) guna melakukan pemerataan dan sinkronisasi penerima manfaat program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnuaji, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 15 SPPG yang telah aktif dan beroperasi. Sementara itu, 7 SPPG lainnya tengah dalam tahap renovasi serta menunggu penetapan kepala dapur, dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Maret 2026.
“Jika seluruhnya berjalan, maka total akan ada 22 SPPG aktif di Kecamatan Cibadak. Secara sistem dan strategi, jumlah tersebut sudah mencukupi,” ujar Sandi Selasa (20-01-2026)
Dengan 22 SPPG tersebut, potensi penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 43 ribu orang, meliputi siswa, balita, ibu hamil, ibu menyusui, kelompok B3, serta tenaga pengajar. Program ini dijalankan sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Nomor 3 Tahun 2025 serta Juknis terbaru.
Ia menegaskan, ke depan pengiriman layanan tidak lagi diperbolehkan lintas kecamatan apabila di wilayah tersebut telah tersedia SPPG terdekat.
“Fokusnya adalah zonasi wilayah. Jika sudah ada SPPG di kecamatan itu, maka tidak boleh lagi ada pengiriman lintas wilayah, kecuali memang tidak tersedia SPPG terdekat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah masukan dari masyarakat, kepala desa, tenaga pengajar, serta kader juga menjadi bahan evaluasi, termasuk terkait pengiriman yang sempat melewati batas wilayah dan kualitas menu makanan. Seluruh kritik dan saran tersebut, kata Sandi, akan dijadikan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kami tekankan kepada seluruh mitra dan kepala SPPG agar tidak anti kritik. Masukan dari masyarakat itu penting untuk memperbaiki program ini agar penerima manfaat merasa puas dan bahagia,” katanya.
Selain itu, mulai bulan ini seluruh SPPG diwajibkan menyerap partisipasi UMKM lokal, terutama untuk kebutuhan menu kering seperti roti dan produk pangan lainnya yang sesuai ketentuan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di wilayah sekitar.
Sandi juga menyampaikan rencana untuk mengajukan surat permohonan ke pemerintah pusat agar tidak lagi membuka titik SPPG baru di Kecamatan Cibadak, mengingat kebutuhan penerima manfaat dinilai telah terpenuhi secara ideal.
“Program ini adalah program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Harapan kami, program SPPG terus berjalan dengan baik, melibatkan potensi lokal, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat,” pungkasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawal pelaksanaan program SPPG agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara berkelanjutan.















