JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026, akibat cuaca dengan intensitas hujan tinggi di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.
Dalam laporan harian yang disampaikan pada pukul 19.00 WIB, BPBD mencatat sedikitnya dua kejadian bencana, yakni tanah longsor dan pohon tumbang. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tanah Longsor di Gegerbitung
Peristiwa tanah longsor terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di Kampung Cibalukbuk RT 014 RW 05, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Longsor dipicu hujan lebat berdurasi panjang sejak pukul 01.50 WIB hingga pagi hari.
Material longsoran berupa rumpun bambu dari tebing jalan desa menutup akses jalan warga. Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini.
Petugas BPBD bersama unsur terkait melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi kejadian.
Pohon Tumbang Timpa Ambulans di Nyalindung Kejadian pohon tumbang terjadi pada pukul 13.42 WIB di jalur jalan provinsi Kampung Cicalobak RT 06 RW 003, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.
Sebuah mobil ambulans milik Pemerintah Desa Mekarsari tertimpa pohon jeng-jeng saat melintas usai menjemput pasien dari RS Secapa.
Di dalam ambulans terdapat sekitar delapan orang termasuk sopir. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski beberapa penumpang sempat tertimpa dahan pohon namun tidak mengalami luka serius.
Kondisi Cuaca dan Pemantauan
Berdasarkan laporan BPBD, kondisi cuaca saat ini di wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau berawan dengan suhu udara sekitar 23 derajat Celsius, kelembaban 96 persen, serta angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 3 km/jam.
Hingga laporan disampaikan, belum terdapat peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah melalui koordinasi WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, serta pemantauan radio Ratel I.
Selain itu, pemetaan titik rawan bencana dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB, serta penyebaran informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi dari BMKG.















