JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, H. Asep Saepudin, menghadiri kegiatan Pasanggiri Ibing Penca Silat Medal Wangi Cup ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/1/2026).
Kehadiran H. Asep Saepudin dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian seni budaya tradisional, khususnya pencak silat. Ia menyampaikan, kehadirannya memenuhi undangan dari panitia penyelenggara sebagai wujud apresiasi atas terselenggaranya ajang bergengsi tersebut.
“Pertama, saya hadir di sini dalam rangka memenuhi undangan dari Ketua Panitia Pasanggiri Ibing Penca Silat Medal Wangi Cup ke-1 tahun 2026. Kegiatan ini sangat positif untuk mendidik generasi muda agar menjadi pribadi yang mandiri, unggul, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pasanggiri ini menjadi wadah pembinaan karakter, mental, serta prestasi bagi generasi muda. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta, yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
“Dari laporan panitia, terdapat 30 paguron yang ikut serta dengan total 280 peserta dari 47 kecamatan. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pencak silat sangat tinggi,” katanya.
Asep juga menyoroti kendala keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan. Meski demikian, ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang turut berpartisipasi menyukseskan acara secara mandiri.
“Walaupun dukungan anggaran dari pemerintah masih minim, tetapi masyarakat ikut terlibat langsung untuk menyukseskan kegiatan ini. Ini patut kita apresiasi,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan Pasanggiri Ibing Penca Silat Medal Wangi Cup dapat terus berlanjut dan berkembang setiap tahunnya. Pemerintah daerah, khususnya Disbudpora Kabupaten Sukabumi, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan.
“Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini semakin baik, lebih berkembang, lebih kreatif, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa tampil di tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkasnya.















