JABARINSIDE.COM|Sukabumi-Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprioritaskan oleh Presiden Prabowo Subianto kini menjadi sorotan tajam DPC Lembaga Aliansi Indonesia Sukabumi Raya setelah memicu insiden keracunan massal di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Ironisnya, alih-alih tercukupi gizinya,24 pelajar dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap tahu berjamu dari hidangan Makanan Bergiji Gratis di SDN Bojong Kopo dan PAUD Alhadi, Kecamatan Simpenan,
Korban Keracunan yang berasal dari tahu berjamur menu Makan Bergizi Gratis (MBG), tercatat total 24 orang yang terdampak dengan rincian 6 orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit, 1 orang masih dalam tahap observasi di Puskesmas dan 17 orang mendapatkan rawat jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, nugget, jeruk, sayuran, dan tahu goreng berasal dari penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Loji Anugrah Ratu Alam. Saat ini, pihak terkait sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut
Dengan munculnya kasus keracunan yang kembali terulang di kabupaten sukabumi,Ketua Lembaga Aliansi Indonesia menyampaikan pentingnya evaluasi dan pendataan terkait program MBG karna sangat penting untuk mengetahui kondisi status gizi siswa juga seharusnya pemerintah dapat memastikan kasus keracunan tidak terulang kembali.
“Menurutnya Rentetan kasus keracunan yang terjadi di sukabumi menjadi catatan serius bagi pemerintah dan masyarakat. Tanpa evaluasi dan perbaikan sistem yang menyeluruh, ini mengindikasikan lemahnya tata kelola dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya membawa manfaat justru dapat menimbulkan risiko kesehatan yang fatal bagi generasi muda.
Ruswandi, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal administrasi atau teknis program, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kecamatan Simpenan agar tidak main-main jika terbukti pihak SPPG lalai atau sengaja mengabaikan kualitas makanan demi keuntungan sesaat, dirinya tidak akan ragu mengambil langkah untuk melaporkan langsung ke Badan Gizi Nasional,”tutup Ruswandi
Rab Ripaldo















