JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cikembar menggelar pertemuan dan dialog bersama ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu se-Kecamatan Cikembar.
Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Bojong, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (2/2/2026).
Dialog ini menjadi langkah responsif K3S terhadap dinamika pengangkatan tenaga honorer yang sempat menghangat di Kabupaten Sukabumi pada awal tahun 2026, khususnya terkait kejelasan regulasi dan penggajian PPPK paruh waktu.
Ketua K3S Kecamatan Cikembar, Maman Suparman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama berbagai organisasi, di antaranya K3S, PGRI, dan Kwartir Ranting (Kwaran), guna memberikan pemahaman kepada para PPPK paruh waktu mengenai kondisi serta regulasi yang berlaku.
“Ini inisiatif organisasi, bagaimana mengkondisikan teman-teman PPPK paruh waktu yang penggajiannya belum jelas, agar mereka memahami regulasi yang ada. Kami memberikan nasihat agar mereka mengerti kondisi keuangan daerah, khususnya di Pemda Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Manan menegaskan bahwa proses pengangkatan PPPK paruh waktu tentu memiliki konsekuensi dan tanggung jawab, termasuk dalam hal penyesuaian anggaran daerah. Oleh karena itu, para PPPK diharapkan bersabar sembari menunggu proses administrasi dan kebijakan pemerintah.
“Mereka harus paham bagaimana kondisi persediaan keuangan di daerah. Ini juga sedang diperjuangkan oleh berbagai pihak. Maka tuntutannya, harap bersabar. Insya Allah dengan kesabaran dan doa, proses ini bisa segera terselesaikan,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa saat ini para PPPK paruh waktu telah memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP), yang berarti secara administratif mereka telah diakui oleh negara. Ke depan, pemerintah diharapkan dapat mengupayakan penyetaraan hak antara ASN, baik PNS maupun PPPK.
“Sekarang mereka sudah punya NIP, artinya sudah diakui negara. Ke depannya, keinginan dari pusat tidak ada lagi kelas-kelas dalam ASN, semua setara, baik PNS maupun PPPK, supaya hak-haknya sama. Ini sedang diperjuangkan oleh seluruh elemen,” jelasnya.
Dalam sesi dialog dan curahan hati, Maman menilai mayoritas peserta telah memahami situasi yang ada. Meski masih terlihat kekecewaan pada sebagian kecil peserta, namun secara umum suasana berjalan kondusif.
“Alhamdulillah, setelah diberi pemahaman, kebanyakan mereka sudah mengerti. Walaupun ada beberapa yang masih terlihat kecewa, namun secara umum sudah paham dengan kondisi yang ada,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Maman berpesan kepada seluruh PPPK paruh waktu agar tetap bersabar, menjaga kondusivitas, dan terus berdoa.
“Pesan saya, ini sedang berproses. Mari kita tunggu dengan sabar dan selalu berdoa kepada Allah SWT,” pungkasnya.















