‎Paoji Nurjaman Hadiri Musrenbang Kecamatan Jampangtengah 2026, Soroti Usulan Desa dan Legalitas Perusahaan

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Paoji Nurjaman, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Jampangtengah tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD 2027.

‎Kegiatan Musrenbang tersebut digelar di Gedung Aula Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (13/02/2026).

‎Kehadiran anggota DPRD dalam Musrenbang dinilai krusial sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan, Paoji menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan pembangunan dari tingkat desa dan kecamatan agar dapat diperjuangkan hingga tingkat kabupaten.

‎Kepada Jabarinside.com, Paoji menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan di seluruh Kabupaten Sukabumi telah dijadwalkan dari tanggal 10 hingga 13 Februari 2026 dan harus selesai sesuai instruksi pimpinan DPRD.

‎“Seluruh anggota dewan yang berjumlah 50 orang diminta hadir sesuai dapil masing-masing untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terserap,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, setiap desa memiliki kuota lima usulan prioritas. Namun, ia menyayangkan adanya satu desa yang tidak mengajukan usulan, yakni Desa Bantar Panjang.

‎“Ini sangat disayangkan. Kalau musyawarah dusun (musdus) dan musyawarah desa (musdes) dilaksanakan dengan baik, pasti ada usulan dari masyarakat. Kalau sampai tidak ada usulan, tentu perlu dipertanyakan, apakah sosialisasi tidak berjalan atau ada kendala lain,” tegasnya.

‎Menurutnya, meskipun sudah ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan, desa tetap harus aktif menyampaikan usulan. Jangan sampai kesempatan perencanaan pembangunan terlewatkan.

‎Selain menyoroti usulan desa, Paoji juga menyinggung potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perusahaan yang beroperasi di wilayah Jampangtengah. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, terdapat sekitar 33 perusahaan di wilayah tersebut, namun yang telah mengantongi izin resmi baru empat perusahaan.

‎“Ini harus menjadi perhatian bersama. Selain untuk meningkatkan PAD, perusahaan juga memiliki kewajiban CSR. Kalau perizinan sudah lengkap, kontribusi terhadap lingkungan desa bisa lebih maksimal,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, mekanisme CSR saat ini telah dibentuk dan perusahaan diharapkan segera melaporkan serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar programnya tepat sasaran.

‎Dalam hal infrastruktur, Paoji menegaskan bahwa pembangunan jalan masih menjadi prioritas utama. Menurutnya, hampir seluruh kecamatan membutuhkan perbaikan jalan, terlebih Kecamatan Jampangtengah yang memiliki wilayah cukup luas dengan 11 desa.

‎Ia juga menyinggung anggaran pembangunan balai desa yang saat ini hanya mendapatkan Rp88 juta dari sebelumnya direncanakan Rp1 miliar. Sisa anggaran tersebut, menurut informasi, akan direalisasikan melalui bantuan provinsi sesuai instruksi gubernur.

‎“Mudah-mudahan jalan desa maupun jalan kabupaten bisa menjadi prioritas. Karena Jampangtengah ini wilayahnya luas dan kebutuhan infrastrukturnya masih cukup besar,” ungkapnya.

‎Selain itu, ia mendorong optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai salah satu kewajiban pemerintah desa. Pihaknya berencana berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memetakan desa mana yang menjadi prioritas dalam peningkatan penerimaan pajak.

‎“PBB ini penting sebagai dasar kita berharap adanya subsidi atau bantuan dari pemerintah untuk Jampangtengah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Cirebon Perkuat Kapasitas UMKM Melalui Pelatihan Pemasaran Digital

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  ‎“Tanda Tangan dari Orang yang Telah Tiada” Gegerkan Sengketa Lahan di Kota Sukabumi

Berita Terkait

Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak
Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras
Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi
Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan
Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga
Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan
KUA Cikembar Gelar GEBER MAS, Gerakan Bersih-Bersih Masjid Sambut HUT RI ke-81
Kecelakaan Cikembar, Pengendara Motor Tewas di Depan TPA Cimenteng
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:41 WIB

KUA Cikembar Gelar GEBER MAS, Gerakan Bersih-Bersih Masjid Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Kecelakaan Cikembar, Pengendara Motor Tewas di Depan TPA Cimenteng

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Tiang Listrik Miring di Jalan Perintis Kemerdekaan Cibadak Mengkhawatirkan, Warga Minta Segera Diperbaiki

Berita Terbaru