JABARINSIDE.COM | CIKEMBAR — Tim monitoring dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) hasil pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dalam Program Pembangunan Rumah Sehat, Layak, Aman, Nyaman dan Berkah (RUMAH SAKINAH) di wilayah Kecamatan Cikembar, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan monitoring tersebut melibatkan dua orang pegawai Disperkim Kabupaten Sukabumi, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Kecamatan Cikembar, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa setempat.
Monev dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap realisasi pembangunan rumah penerima manfaat agar sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan itu, tim juga melakukan pemasangan stiker pada rumah-rumah yang telah menerima bantuan Program RUMAH SAKINAH sebagai penanda bahwa bantuan telah direalisasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.
Adapun jumlah rumah yang dimonitoring sekaligus dipasangi stiker sebanyak empat unit, masing-masing dua rumah di Desa Kertaraharja dan dua rumah di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.

Kepada Jabarinside.com, Tim Monitoring Disperkim Kabupaten Sukabumi, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan agar pelaksanaan program berjalan optimal.
“Ya, kegiatan hari ini bagian dari monitoring dan pengawasan. Stiker yang dipasang itu hanya sebagai penanda bahwa rumah tersebut merupakan penerima manfaat program. Jadi ada identitas bahwa bantuan sudah direalisasikan,” ujar Iwan.
Ia menyampaikan, secara umum hasil pembangunan di lapangan menunjukkan progres yang baik. Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut telah terserap dan pembangunan fisik rumah juga telah terbangun sesuai rencana.
“Kalau melihat hasilnya, Alhamdulillah anggarannya terserap dan rumahnya terbangun. Memang ada beberapa yang belum 100 persen finishing, tetapi secara umum sudah bisa ditempati,” jelasnya.
Menurutnya, beberapa bagian seperti atap, lantai, dan dinding rumah telah selesai dikerjakan. Sementara untuk tahap akhir atau finishing masih dalam proses di sebagian penerima manfaat, terutama yang membutuhkan tambahan swadaya.
Terkait partisipasi masyarakat, Iwan mengungkapkan bahwa tingkat gotong royong dan swadaya warga berbeda-beda di setiap wilayah. Ada wilayah yang masyarakatnya sangat aktif membantu dalam kerja bakti, namun ada pula yang partisipasinya terbatas.
“Memang tergantung wilayah. Ada yang aktif dalam kerja bakti dan swadaya, ada juga yang biasa saja. Tapi secara umum partisipasi masyarakat cukup bagus dengan adanya program ini,” katanya.
Ia menambahkan, kendala yang dihadapi di lapangan relatif tidak signifikan. Secara umum kegiatan berjalan aman dan kondusif. Beberapa keterlambatan penyelesaian pekerjaan lebih disebabkan oleh faktor cuaca dan pengiriman material bangunan.
“Untuk kendala secara umum tidak ada. Hanya faktor cuaca dan pengiriman barang saja yang kadang mempengaruhi kecepatan pengerjaan. Ada yang lebih cepat, ada yang sedikit terlambat. Tapi secara keseluruhan aman dan kondusif,” ungkapnya.
Iwan juga berharap para penerima manfaat dapat menjaga dan memelihara rumah yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Bagi rumah yang masih dalam tahap finishing, ia berharap proses penyelesaian dapat segera dirampungkan.
“Harapan kami, penerima manfaat bisa memelihara rumahnya ke depan. Yang belum finishing mudah-mudahan bisa segera beres,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perubahan kondisi rumah penerima manfaat membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, yang tadinya rumahnya tidak layak huni, sekarang sudah menjadi layak huni. Meskipun belum 100 persen finishing, tapi sudah bisa ditempati. Itu yang membuat mereka merasa senang dan terbantu,” pungkasnya.















