‎14 Calon Jemaah Umrah Terlantar, Dugaan Travel Bermasalah Dilaporkan ke Polisi‎

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang mencuat pada November 2025 kini memasuki tahap penyelidikan. Laporan terkait perkara tersebut telah disampaikan ke Polres Sukabumi pada Desember 2025 dan masih terus bergulir.

‎Rabu (25/2/2026), kuasa hukum korban, Apriyanto, S.H., mendatangi Mapolres Sukabumi untuk menanyakan perkembangan laporan kliennya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

‎“Peristiwa terjadi November 2025 dan resmi kami laporkan bulan Desember. Hari ini kami memastikan prosesnya berjalan. SP2HP sudah kami terima dan perkara sudah dilakukan gelar,” ujarnya kepada awak media.

‎Kasus ini bermula ketika H. Ucup Junansyah alias Haji Dodi diminta membantu menghimpun calon jemaah oleh pihak travel yang disebut bernama PT Hasan Berkah Wisata dan beralamat di wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

‎Sebanyak 14 orang berhasil didaftarkan dengan biaya sekitar Rp30 juta per jemaah. Jika ditotal, dana yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp300 juta.

‎Namun pada hari keberangkatan, para jemaah justru tidak bisa terbang dan harus bertahan di Bandara Soekarno-Hatta selama empat hari. Setelah dilakukan pengecekan, visa dan tiket yang digunakan diduga tidak valid, termasuk dokumen perjalanan yang diduga tidak sesuai ketentuan.

‎“Dari situ muncul dugaan adanya pemalsuan dokumen perjalanan,” terang Apriyanto.

‎Merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap para jemaah yang telah mempercayainya, Haji Dodi mengambil keputusan untuk menanggung ulang biaya keberangkatan.

‎Karena harus membeli tiket mendadak dan mengurus ulang administrasi, dana yang dikeluarkan disebut mencapai sekitar Rp500 juta.

‎“Klien kami mengambil langkah itu agar jemaah tetap bisa berangkat. Ini murni bentuk tanggung jawab,” kata Apriyanto.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada pihak terlapor. Bahkan surat panggilan kedua serta surat penjemputan telah diterbitkan, namun hingga kini keberadaan terlapor belum diketahui.

‎Haji Ucup Junansyah mengaku kejadian tersebut menjadi pengalaman pahit yang sulit dilupakan. Empat hari berada di bandara dalam kondisi tidak pasti menjadi tekanan berat bagi dirinya dan para jemaah.

‎“Jemaah sudah siap ibadah, tapi kami tertahan di bandara. Kami sedih dan merasa sangat terpukul,” tuturnya.

‎Ia menambahkan, kerugian yang dirasakan bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara moral.

‎“Ada yang menjual aset demi bisa berangkat. Kami merasa punya tanggung jawab untuk tidak mengecewakan mereka,” ujarnya.

‎Julpat, yang turut membantu perekrutan jemaah sekaligus mengaku sebagai korban, menyebut peristiwa ini berdampak besar terhadap nama baik keluarga mereka.

‎“Kami awalnya hanya diminta membantu mencari jemaah. Dijanjikan berbagai hal, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Kami merasa dirugikan dan dipermalukan,” katanya.

‎Ia berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan perkara tersebut agar tidak muncul korban lain.

‎“Kami ingin kasus ini jelas dan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa,” pungkasnya.


Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Picu Tiga Kejadian Bencana di Sukabumi, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Berita Terkait

‎Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Bersiap Hadapi Efek Domino Kenaikan Harga
Mahasiswi Asal Sukabumi Lolos Program ICSM Batch 6, Siap Bawa Nama Daerah ke Tiga Negara
‎Investor MBG Menanti Kepastian, Dapur Sudah Dibangun Namun Belum Beroperasi‎
Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Agus Santosa Resmi Purnatugas Setelah Mengabdi 39 Tahun
Pedagang Tahu Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda, Dilarikan ke RS Sekarwangi
‎Warga Buanajaya Kembali Tambal Jalan Rusak Secara Swadaya, Camat: Sudah Puluhan Tahun Menanti Perbaikan
‎Wabup Sukabumi Hadiri Wisuda Santri Pondok Modern Assalam, K.H. Encep Hadiana: Ini Awal Pengabdian‎
Babinsa Koramil 0607-08 Cikembar Bersama Warga Gelar Karya Bakti, Jembatan Sukasari Segera Dibangun
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:28 WIB

‎Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Bersiap Hadapi Efek Domino Kenaikan Harga

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:48 WIB

Mahasiswi Asal Sukabumi Lolos Program ICSM Batch 6, Siap Bawa Nama Daerah ke Tiga Negara

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:14 WIB

‎Investor MBG Menanti Kepastian, Dapur Sudah Dibangun Namun Belum Beroperasi‎

Senin, 8 Juni 2026 - 19:34 WIB

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Agus Santosa Resmi Purnatugas Setelah Mengabdi 39 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 14:56 WIB

Pedagang Tahu Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda, Dilarikan ke RS Sekarwangi

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:50 WIB

‎Warga Buanajaya Kembali Tambal Jalan Rusak Secara Swadaya, Camat: Sudah Puluhan Tahun Menanti Perbaikan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:43 WIB

‎Wabup Sukabumi Hadiri Wisuda Santri Pondok Modern Assalam, K.H. Encep Hadiana: Ini Awal Pengabdian‎

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:56 WIB

Babinsa Koramil 0607-08 Cikembar Bersama Warga Gelar Karya Bakti, Jembatan Sukasari Segera Dibangun

Berita Terbaru