Buruh Sukabumi Datangi Disnaker, Tuntut Perhatian Soal Kesejahteraan

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan ketenagakerjaan, khususnya hak pesangon yang belum diterima.

Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, bersama massa buruh.

Baca Juga :  Karang Taruna SHAKA Gelar Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Dalam keterangannya, Dadeng Nazarudin mengungkapkan bahwa masih ada buruh yang belum mendapatkan hak pesangon hingga bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada buruh yang sudah tiga tahun tidak mendapatkan hak pesangon. Ini yang kami perjuangkan agar segera ada kejelasan dan penyelesaian,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Hari Hilang, Udin Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan Karet Cikembar

Ia menegaskan, kedatangan GSBI ke Disnaker merupakan bentuk dorongan agar pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami meminta Disnaker serius menangani persoalan ini. Jangan sampai hak-hak buruh diabaikan,” tegasnya.

Selain itu, GSBI juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap perusahaan agar tidak terjadi pelanggaran hak tenaga kerja, terutama terkait kewajiban pembayaran pesangon.

Baca Juga :  STH Pasundan Sukabumi dan PERADI Resmi Tutup PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional

Aksi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Disnaker Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa GSBI.


Berita Terkait

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi
Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk
70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak
Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas
Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh
DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah
‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:06 WIB

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:14 WIB

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:56 WIB

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WIB

DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Berita Terbaru