‎Ironi di Cibadak: Dekat Kantor Perumda, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih‎

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Di tengah gencarnya program penyediaan air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sebagian warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, justru masih menghadapi kesulitan mendapatkan air layak. Kondisi ini terjadi di Desa Pamuruyan, yang lokasinya masih berada dalam satu kecamatan dengan kantor Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri.

‎Program Hibah Air Minum dari Kementerian PUPR yang berlangsung sejak 2015 hingga 2023, serta program Sambungan Langganan Mandiri (SL Mandiri), sejatinya ditujukan untuk memperluas akses air bersih melalui jaringan perpipaan. Namun, bagi warga Kampung Johor dan Kampung Paris, manfaat program tersebut dinilai belum terasa.

‎Anton, warga Kampung Johor, mengaku belum pernah menikmati layanan air perpipaan sejak lahir. Ia menyebut warga masih mengandalkan sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari.

‎“Kalau butuh air, biasanya ambil ke pabrik Japfa, pakai jeriken atau ‘kompan’. Apalagi saat kemarau, air makin sulit,” ujarnya.

‎Keluhan serupa disampaikan Rokib, warga Kampung Paris. Ia menuturkan, sumur warga kerap mengering saat musim kemarau berlangsung lebih dari dua hingga tiga pekan.

‎“Memang tidak bayar airnya, tapi jaraknya jauh. Harus pakai motor, bahkan ada yang minta bantuan orang lain dan bayar ongkos,” katanya.

‎Warga berharap jaringan air perpipaan dapat segera menjangkau wilayah mereka. Bagi mereka, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi hak dasar yang semestinya dipenuhi secara merata.

‎Di sisi lain, pemerataan layanan air bersih memang tidak lepas dari sejumlah tantangan teknis dan pembiayaan. Pembangunan jaringan perpipaan membutuhkan investasi besar, perencanaan matang, serta penyesuaian dengan kondisi geografis dan kepadatan penduduk.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri belum memberikan keterangan resmi. Bagian humas menyampaikan bahwa permohonan wawancara perlu diajukan secara tertulis untuk penjadwalan lebih lanjut.

‎Meski demikian, dalam berbagai kebijakan nasional, pemerintah melalui Kementerian PUPR terus mendorong peningkatan akses air minum layak melalui program hibah, subsidi, serta penguatan peran BUMD air minum di daerah

‎Dalam implementasinya, terdapat beberapa aspek penting yang menjadi perhatian:

‎Tarif dan subsidi: Regulasi seperti Raperda Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) diharapkan mampu melindungi kelompok MBR agar tetap memperoleh layanan dengan harga terjangkau.

‎Pemerataan akses: Perluasan jaringan perpipaan harus menyasar wilayah yang selama ini belum terlayani.

‎Subsidi silang: Skema ini menjadi salah satu strategi agar layanan tetap berkelanjutan tanpa membebani masyarakat kecil.

‎Ketepatan sasaran program: Penentuan penerima manfaat hibah perlu lebih akurat agar benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

‎Kondisi di Desa Pamuruyan mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan realisasi di lapangan. Di satu sisi, program penyediaan air bersih terus digulirkan, namun di sisi lain, sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air alternatif.

‎Akses terhadap air bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerataan layanan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

‎Selama air bersih masih sulit dijangkau oleh sebagian warga, maka pekerjaan rumah dalam sektor pelayanan dasar belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga :  Berbagai Perlombaan Di Gelar Manggala Garuda Putih Kota Sukabum" Meriahkan HUT RI -Ke 80

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Pemdes Cimanggu Gelar Lomba Maraton Meriahkan HUT RI ke-80

Berita Terkait

Universitas Nusa Putra dan PERADI Sukabumi Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal Batch 4 Tahun 2026
‎AKBP Benny Cahyadi Resmi Pimpin Polres Sukabumi, Berbekal Rekam Jejak Kuat di Dunia Reserse‎
Pelepasan Dan Kenaikan Kelas Dengan Di Gelar SDN Caringin V Berlangsung Meriah Dan Penuh Haru
Ada Yang Baru !!!.Wajib di Coba “Kedai Cansda” Cigombong Tawarkan Kenyamanan Ngopi Nongkrong Santai di Alam Terbuka
‎KUA Cikembar Santuni 40 Anak Yatim pada Momen Lebaran Anak Yatim Muharam
‎Disdik Sukabumi Bergerak Cepat Tangani Dugaan Kekerasan Seksual di SD Warungkiara, Pendampingan Korban Diperkuat‎
Sambut 10 Muharram, Kemenhaj Kabupaten Sukabumi Santuni 100 Anak Yatim dan Gelar Syukuran Sukses Haji 2026
‎Bupati Sukabumi Lepas Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Armed 13/Nanggala Kostrad, Tegaskan Jaga Kehormatan Bangsa di Perbatasan
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:26 WIB

Universitas Nusa Putra dan PERADI Sukabumi Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal Batch 4 Tahun 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:48 WIB

‎AKBP Benny Cahyadi Resmi Pimpin Polres Sukabumi, Berbekal Rekam Jejak Kuat di Dunia Reserse‎

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:16 WIB

Pelepasan Dan Kenaikan Kelas Dengan Di Gelar SDN Caringin V Berlangsung Meriah Dan Penuh Haru

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:47 WIB

Ada Yang Baru !!!.Wajib di Coba “Kedai Cansda” Cigombong Tawarkan Kenyamanan Ngopi Nongkrong Santai di Alam Terbuka

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:38 WIB

‎KUA Cikembar Santuni 40 Anak Yatim pada Momen Lebaran Anak Yatim Muharam

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:39 WIB

‎Disdik Sukabumi Bergerak Cepat Tangani Dugaan Kekerasan Seksual di SD Warungkiara, Pendampingan Korban Diperkuat‎

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:50 WIB

Sambut 10 Muharram, Kemenhaj Kabupaten Sukabumi Santuni 100 Anak Yatim dan Gelar Syukuran Sukses Haji 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:57 WIB

‎Bupati Sukabumi Lepas Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Armed 13/Nanggala Kostrad, Tegaskan Jaga Kehormatan Bangsa di Perbatasan

Berita Terbaru