JABARINSIDE.COM | Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Dadang Ramdani menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh PD IGRA Kabupaten Sukabumi di Fresh Hotel, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya membedah kembali sejarah berdirinya Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Kabupaten Sukabumi. Selain menjadi ruang diskusi, FGD juga bertujuan memperkuat pemahaman para pengurus dan tenaga pendidik mengenai perjuangan para tokoh pendahulu dalam membangun pendidikan karakter berbasis agama sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Dadang Ramdani menegaskan bahwa keberadaan Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Sukabumi tidak bisa dilepaskan dari fondasi sejarah yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Besarnya sebuah organisasi itu lahir dari sejarah. Kita harus mengetahui bagaimana para pejuang terdahulu memproklamasikan keberadaan RA hingga bisa berkembang seperti sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejarah perjalanan RA harus dilihat dari berbagai aspek, mulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM), kompetensi guru, hingga kualifikasi pendidikan para pendidik sejak awal berdirinya RA di Sukabumi.
Menurutnya, sosok-sosok pendahulu memiliki peran penting dalam merancang konsep, strategi, dan pedoman sehingga lembaga RA mampu bertahan dan berkembang sampai hari ini.

Selain itu, Dadang juga menyoroti pentingnya mendokumentasikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan pada masa awal berdirinya RA. Mulai dari kondisi ruang kelas, fasilitas belajar, hingga dinamika pembelajaran harus menjadi bagian dari catatan sejarah.
“Perjalanan sejarah itu penting menjadi bahan pembelajaran generasi penerus. Bagaimana kondisi ruang belajar dulu, bagaimana perjuangan para guru, sampai bagaimana proses pembelajaran berjalan, semuanya harus menjadi potret sejarah keberadaan RA di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan kurikulum dan metode pembelajaran juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan RA. Mulai dari pembelajaran intra dan ekstrakurikuler hingga peningkatan kualitas mutu pendidikan harus terdokumentasi dengan baik sebagai warisan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang turut mengungkapkan bahwa kepengurusan organisasi PD IGRA lahir pada 29 Oktober 2002. Saat itu dirinya masih bertugas di Kantor Wilayah Kementerian Agama.
FGD ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan buku sejarah perjalanan RA di Kabupaten Sukabumi, sekaligus memperkuat identitas organisasi dan semangat perjuangan para pendidik RA untuk generasi mendatang.















